logo


Diambang Perang, Bangladesh Siapkan Peralatan Tempur Mereka di Perbatasan dengan Myanmar

Ketegangan yang terjadi antara kedua negara meningkat usai Myanmar mengerahkan lebih dari 2,500 personil tentara mereka di perbatasan dengan Bangladesh

28 September 2020 21:10 WIB

Peluncur roket
Peluncur roket sputniknews

DHAKA, JITUNEWS.COM - Bangladesh dikabarkan telah mengerahkan sejumlah peralatan perang mereka seperti peluncur roket, rudal dan senapan otomatis anti pesawat terbang di sepanjang garis perbatasan mereka dengan Myanmar. Hal tersebut dilaporkan oleh kantor berita Irrawaddy pada Senin (28/9).

Tindakan tersebut dilakukan untuk merespon Myanmar yang lebih dahulu menerjunkan lebih dari 2,500 personil militer mereka di perbatasan kedua negara. Pihak Bangladesh sendiri sebelumnya juga telah memanggil dubes Myanmar pada awal bulan ini mengenai peningkatan ketegangan hubungan kedua negara tersebut.

Bangladesh yang khawatir dengan pengerahan pasukan tentara Myanmar secara mendadak tersebut sebelumnya juga telah mengirimkan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB pada 15 September lalu. Hasilnya, PBB meminta pemerintah Bangladesh untuk melindungi etnis muslim minoritas Rohingya yang saat ini tinggal di kamp-kamp Cox Bazaar di Bangladesh, dari pembunuhan, penyiksaan, persekusi dan diskriminasi rasial yang dilakukan oleh pihak tertentu.


Belarus Tak Terima Negara-negara Barat Intervensi Urusan Dalam Negeri Mereka

Myanmar sendiri membantah telah melakukan pelanggaran HAM seperti upaya pembunuhan massal atau genosida terhadap etnis Rohingya.

Sejak adanya eksodus besar-besaran yang dilakukan oleh etnis Rohingya pada 2017 lalu yang berupaya melarikan diri dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh militer dan militan Myanmar, hubungan Bangladesh dengan negara tetangganya tersebut juga ikut memanas. Terlebih saat upaya repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh mengalami kegagalan yang kemudian mengakibatkan hubungan dagang, transportasi dan keamanan antara kedua negara terus memburuk.

Desak Presiden Belarus untuk Mundur, Perancis: Lukashenko Harus Pergi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia