logo


Acara Silaturahmi KAMI di Surabaya Dihadang Massa dan Dibubarkan, Pakar: Berlebihan

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai insiden penghadangan acara KAMI di Surabaya oleh ratusan massa adalah tindakan yang berlebihan

28 September 2020 18:51 WIB

acara KAMI di Surabaya dibubarkan
acara KAMI di Surabaya dibubarkan detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Acara siturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya ternyata mendapat penolakan oleh ratusan orang. Massa melakukan penghadangan dan menganggap KAMI sebagai gerakan makar sekaligus pengkhianat bangsa dan negara.

Menanggapi insiden tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut tindakan penghadangan terhadap KAMI tersebut terlalu berlebihan.

"Menurut saya berlebihan sampai menghadang gitu-gitu," ujar Adi dikutip dari SINDOnews, pada Senin (28/9).


Tantang Gatot Nurmantyo, Teddy Gusnaidi: Kalau Benar-benar Lelaki, Nyatakan bahwa Gus Dur Adalah PKI!

Adi mengatakan bahwa semua pihak, termasuk KAMI, memiliki hak yang sama untuk menyampaikan ekspresi dan menggelar acara silaturahmi.

"Kalau hadang menghadang itu, satu ya terkesan jagoan, terkesan hanya dia yang punya Surabaya ini negara demokrasi jadi siapapun boleh berekspresi kecuali memang KAMI ini inskonstitusional, gerakan-gerakan yang berbahaya kemudian baru layak (dihadang)," tegasnya.

"Kalau selama masih gerakan politik biasa-biasa saja sebatas menyampaikan ekspresi saya kira tidak masalah. Jangan merasa jagoan menghadang-hadang orang lain itu untuk mengekspresikan kebebasan," tambahnya.

Menurut Adi, jika KAMI kedapatan melanggar tata tertib, seharusnya hal itu diserahkan kepada aparat keamanan atau kepolisian.

"Kalau KAMI kan cuman deklarasi biasa, kalau KAMI memang melanggar hukum, tidak tertib dan lainnya laporkan saja ke polisi kan gitu," jelasnya.

Sebut Demo Tolak KAMI Dibayar, Gatot: Keberadaan KAMI Itu Membawa Berkah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia