logo


Berkat PSBB, Pengusaha Mall Rugi 200 Triliun

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah mengatakan bahwa pihaknya mengalami kerugian hingga 200 triliun saat diberlakukannya PSBB

28 September 2020 18:04 WIB

Salah satu mal di Jakarta
Salah satu mal di Jakarta detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah mengatakan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di wilayah DKI Jakarta membuat para pengusaha ritel kehilangan omzet hingga Rp200 triliun.

Hal itu terjadi karena kapasitas pengunjung pusat perbelanjaan hanya diijinkan sebanyak 50% saja dibanding dengan waktu normal.

"Kami itu (omzet) setahun sekitar Rp400 triliun. Jadi kalo hanya 50%, ya omzetnya turun Rp200 triliun. Ya kerugiannya di situ," kata Budi dalam konferensi persnya, Senin (28/9).


PDIP Tuding Ada Bau Politis di PSBB Ketat, Gerindra Bela Anies: Ada Dampak Nyata

Meski jumlah pengunjung pusat perbelanjaan dibatasi, namun beban operasional mereka tidak berkurang. Mereka masih harus membayar pajak dan gaji para pegawai secara penuh. Oleh karena itu, Budiharjo meminta pemerintah untuk memberikan keringanan.

"Kami meminta keringanan pajak. Kemudian masalah gaji pegawai mohon pemerintah juga membantu. Setidaknya memberikan subsidi gaji sebesar 50%. Jadi 50% dari pemerintah dan 50% dari pengusaha," katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejak aturan PSBB pertama kali diberlakukan pada bulan Maret lalu, pemasukan yang diterima oleh tenan sudah mengalami penurunan. Penurunan omzet semakin tajam setelah diberlakukannya PSBB jilid kedua ini.

"Pusat belanja dan tenan enam bulan ini berat. Tidak baik dari Maret sampai sekarang, omzet dan kas dari perusahaan minim," tandasnya.

Anies Dinilai Cari Panggung Terkait PSBB Ketat, PKS Bela: Langkah Tepat Diwaktu Kritis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia