logo


Soal Pendistribusian Vaksin, Airlangga: Pemerintah Sudah Menyiapkan Perpres

Pemerintah telah siap mengeluarkan perpres untuk mengatur pendistribusian vaksin kepada seluruh rakyat Indonesia dan menyiapkan anggaran untuk hal itu

28 September 2020 15:55 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto\n\n
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dok. Kemenperin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sudah siap mengeluarkan peraturan presiden untuk mengatur pengadaan dan proses pendistribusian vaksin Covid-19 kepada seluruh rakyat.

"Terkait rencana vaksinasi, dimana rencana vaksinasi dipersiapkan. Pemerintah sudah menyiapkan Perpres," kata Airlangga usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Jokowi pada Senin (28/7) dikutip dari Kompas.

Airlangga menjelaskan bahwa nantinya akan ada sebuah program pendataan berbasis nomor kependudukan dan data BPJS untuk melacak dan memantau siapa saja penerima vaksin dan siapa saja yang berada di dalam daftar prioritas. Selain itu, program tersebut juga akan digunakan untuk melihat tingkat efektifitas dari vaksin itu sendiri.


Beri Deadline 2 Minggu, Jokowi Minta Laporan Perencanaan Vaksinasi Corona

“Di mana nanti vaksin itu perlu tracing siapa yang mendapatkan dan bagaimana efektivitasnya,” kata dia.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah akan menambah anggaran APBN tahun 2020 ini sebesar Rp 3,8 triliun untuk pengadaan, pendistribusian hingga penyuntikan vaksin Covid-19. Sedangkan untuk tahun 2021 mendatang, anggaran program vaksinasi Covid-19 akan dialokasikan sebesar Rp 18 triliun.

Sementara itu, dalam pembukaan rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menyiapkan rencana vaksinasi tersebut sedetail dan seawal mungkin sehingga jika vaksin Covid-19 tersebut telah siap, maka proses pendistribusiannya juga dapat segera dimulai.

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin itu direncanakan secara detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," kata Jokowi.

Jokowi: Mini Lockdown yang Berulang Lebih Efektif

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia