logo


Tak Masalah Dakwah UAS Dijaga Marinir, PKS: Kan untuk Kebaikan Bukan Bisnis

PKS sebut tak ada larangan bagi prajurit TNI terlibat dalam pengamanan tokoh agama

28 September 2020 14:29 WIB

Ustaz Abdul Somad di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8).
Ustaz Abdul Somad di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belakangan ini banyak terjadi penyerangan terhadap tokoh agama. Diantaranya yaitu Syekh Ali Jaber yang ditusuk saat mengisi dakwah di Lampung. Selain itu juga ada pendeta Yeremia Zanambani yang tewas tertembak di Kaupaten Inta Jaya, Papua.

Ha tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah tokoh. Tak terkecuali Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia pun terlihat dikawal pasukan Korps Marinir TNI AL saat mengisi kajian bebrapa hari terakhir ini.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta menilai pengawalan TNI terhadap UAS adalah hal yang wajar. Ia mengatakan tidak ada larangan bagi prajurit TNI mengawal keamanan sejumlah tokoh agama.


Sebut Film G30S/PKI Layak Ditonton, Fadli Zon: Film Sangat Akurat Menurut Saya

"Kan untuk kebaikan yang sifanya volunter dan bukan bisnis," kata Sukamta seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (28/9/2020).

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan yang menyebut pengawalan TNi terhadap UAS dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan UAS dalam menjalankan dakwahnya.

"Saya percaya beberapa prajurit Marinir yang di sana tujuannya untuk menjaga keselamatan UAS agar tidak menimbulkan gejolak," ujarnya.

Diketahui, baru-baru ini UAS dijaga oleh prajurt TNI saat mengisi kajian di Masjid Addua, Wayhalim, Bandar Lampung. Prajurit tersebut terlihat membuat pagar betis untuk mengawal UAS sampai mimbar.

Fadli Zon: Yang Punya Kuasa Meneruskan Pilkada yang Ditakuti Corona. 

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati