logo


123 Dokter Meninggal karena Covid-19, Menko PMK: Bangun Solidaritas Senasib Sepenanggungan!

Muhadjir Effendy sebut kesetiakawanan dokter sangat diperlukan

28 September 2020 08:55 WIB

Muhadjir saat menjadi pembicara seminar virtual membahas Peran Strategis Organisasi Profesi di Masa Pandemi Covid-19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (27/9).
Muhadjir saat menjadi pembicara seminar virtual membahas Peran Strategis Organisasi Profesi di Masa Pandemi Covid-19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (27/9). Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dokter dan tenaga kesehatan (nakes) memiliki peranan sangat penting dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19. Namun, tidak sedikit diantara para dokter yang harus gugur saat berjuang melawan virus tidak terlihat tersebut.

Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per 26 September 2020 menunjukkan jumlah kematian dokter Indonesia yang menangani Covid-19 sebanyak 123 orang. Sementara, banyak dokter yang telah menjadi tenaga relawan Covid-19 hingga 20 September 2020 terdiri dari 6.507 dokter internship, 1.050 dokter umum, 27 dokter spesialis, dan 282 dokter gigi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pekerjaan menjadi dokter adalah sangatlah mulia. Hanya seringkali, dokter lupa menjaga keselamatan diri karena lebih mengutamakan tuntutan profesi dan tanggung jawab sosial.


Selain Covid-19, Menko PMK Minta TBC, Demam Berdarah dan Stunting Juga Harus Diperhatikan

"Ini bukan pikiran egois, tapi kalau keselamatan dokter terganggu atau hilang maka kerugiannya bukan hanya pribadi tetapi masyarakat luas juga akan rugi karena kemanfaatannya juga akan hilang," ujar Muhadjir saat menjadi pembicara seminar virtual membahas Peran Strategis Organisasi Profesi di Masa Pandemi Covid-19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (27/9).

Oleh sebab itu, menurutnya, dibutuhkan rasa kesetiakawanan dari sesama dokter untuk saling menguatkan dan mendukung perjuangan melawan Covid-19. Di samping pemerintah juga terus berupaya menemukan solusi untuk menekan angka fatalitas dokter maupun nakes.

"Jangan biarkan mereka yang berada di garis depan berjuang sendiri. Kalau perlu ada restrukturisasi keahlian sehingga semua dokter bisa terlibat secara profesi di dalam menangani Covid-19," tutur Menko PMK.

Ia pun meminta kepada IDI selaku organisasi profesi dokter untuk bertanggung jawab melindungi, memfasilitasi para anggotanya termasuk sejumlah dokter yang tengah berjuang di garis terdepan penanganan Covid-19. Lebih dari itu, mengupayakan agar semua anggota merasa berada di garis depan.

Bersama-sama IDI wilayah di seluruh Indonesia, Muhadjir berharap dibuat rumusan tentang bagaimana menjamin para dokter terutama yang berjuang di garda depan penanganan Covid-19 sehingga merasa aman dalam memberikan pelayanan terbaiknya.

"Bangun solidaritas dengan rasa senasib sepenanggungan. Rasa kesejawatan dan tanggung jawab bersama mengemban amanah profesi dokter," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK juga mengajak seluruh organisasi profesi termasuk IDI untuk menyosialisasikan upaya menyelamatkan Indonesia dari pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Minta Bio Farma Percepat Produksi Obat Covid-19, Luhut: Jangan Ada Hambatan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati