logo


Kritik Aplikasi Kuota Belajar dari Nadiem, FSGI Duga Ada Kerja Sama Agar Pengembang Untung

FSGI ragu dengan aplikasi kuota belajar gratis yang terkesan baru dikembangkan karena ada program

28 September 2020 04:30 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahriza Marta Tanjung meragukan sejumlah aplikasi yang bisa dimanfaatkan siswa dengan menggunakan kuota belajar gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kami mencoba melakukan penelusuran terhadap 19 aplikasi pada kuota belajar. Kami menemukan bahwa aplikasi patut diragukan kapasitasnya," kata Riza dalam konferensi pers yang membahas terkait kuota belajar yang diselenggarakan secara daring, Minggu (27/9/2020).

Riza heran sejumlah aplikasi kuota belajar tersebut baru dikembangkan dengan jumlah pengaksesnya yang masih sedikit. Ia pun menduga Kemendikbud sengaja bekerja sama dengan pengembang yang ingin mencari untung dari program tersebut.


Soal Penghapusan Pelajaran Sejarah, Fadli Zon: Sangatlah Tidak Tepat

"Artinya ketika penentuan aplikasi ini menjadi aplikasi yang berada pada kuota belajar kami melihat bahwa aplikasi ini baru dibangun. Jadi patut dipertanyakan kenapa aplikasi yang baru dibangun itu bisa masuk pula pada aplikasi kuota belajar," ujarnya.

Sementara, menurutnya banyak aplikasi belajar yang telah memenuhi kapasitas namun tidak dapat digunakan oleh siswa dengan kuota belajar dari Kemendikbud. Ia menyesalkan tindakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang seharusnya memasukan aplikasi belajar yang lebih kredibel.

"Nah, tentunya dalam kondisi ini kami menyayangkan bahwa banyak aplikasi yang terfasilitasi di kuota belajar itu patut dipertanyakan kapasitas dan kredibilitasnya," tandasnya.

Isu Pelajaran Sejarah Dihapus, PKS: Mas Menteri Harusnya Sampaikan ke DPR

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati