logo


Desak Presiden Belarus untuk Mundur, Perancis: Lukashenko Harus Pergi

Presiden Perancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Belarus Alexander Lukashenko untuk mundur dan menyerahkan kekuasaannya

27 September 2020 17:12 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Presiden Prancis Emmanuel Macron.

PARIS, JITUNEWS.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron meminta Alexander Lukashenko untuk menerima logika demokrasi dan mundur dari jabatan presiden Belarus menyusul terjadinya gelombang aksi protes anti-pemerintah yang telah berlangsung sejak 9 Agustus lalu, atau setelah pengumuman hasil pemilu Belarus yang memenangkan kembali Lukashenko.

Sejauh ini ada lebih dari 12 ribu pendemo yang ditangkap dan ditahan sejak pihak oposisi menolak hasil pemilu yang diduga penuh dengan kecurangan.

"Kami menyaksikan sebuah krisis kekuasaan di Belarus dimana sebuah pemerintahan yang otoriter tidak dapat dapat menerima logika demokrasi," kata Macron kepada surat kabar le Journal du Dimanche dikutip dari Reuters pada Minggu (27/9).


WHO Khawatir Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Capai 2 Juta Sebelum Vaksin Diedarkan

"Ini jelas bahwa Lukashenko harus pergi," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei menuduh negara-negara barat berusaha untuk memperburuk situasi kekacauan dan tindak anarkis yang belakangan ini terjadi di Belarus.

"(Mereka) mengintervensi urusan dalam negeri kami, sanksi dan larangan terhadap Belarus hanya akan memberi efek yang berlawanan, dan sangat berbahaya bagi semua orang," kata Vladimir Makei.

Sebelumnya, Uni Eropa menolak untuk mengakui Alexander Lukashenko sebagai presiden Belarus yang sah sedangkan Rusia menyebut keputusan Uni Eropa tersebut secara tidak langsung adalah bentuk intervensi terhadap urusan dalam negeri Belarus.

Belarus Tak Terima Negara-negara Barat Intervensi Urusan Dalam Negeri Mereka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia