logo


Belarus Tak Terima Negara-negara Barat Intervensi Urusan Dalam Negeri Mereka

Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei menilai pernyataan dan tudingan yang dilontarkan oleh sejumlah negara barat terhadap pemerintahan Lukashenko hanya memicu terjadinya kekacauan dan tindak anarki

27 September 2020 16:54 WIB

Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei
Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei reuters

MINSK, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei menuding negara-negara barat berupaya untuk memperburuk situasi kekacauan dan tindak anarkis yang belakangan ini terjadi di negara mantan pecahan Uni Soviet tersebut.

"Kita melihat adanya upaya-upaya untuk membuat situasi di negara ini menjadi tidak stabil," kata Makei dalam sebuah viedo pada pertemuan tingkat tinggi anggota PBB, dikutip dari Reuters pada Minggu (27/9).

Ia menyebut sejumlah anggota barat terus melakukan intervensi urusan dalam negeri mereka, salah satunya dengan menjatuhkan sanksi kepada pemerintahan Lukashenko.


Uni Eropa Tak Akui Lukashenko sebagai Presiden Belarus, Rusia: Melanggar UU Internasional

"(Mereka) mengintervensi urusan dalam negeri kami, sanksi dan larangan terhadap Belarus hanya akan memberi efek yang berlawanan, dan sangat berbahaya bagi semua orang," tambahnya.

Seperti diketahui, situasi politik dan keamanan di Belarus semakin memburuk usai pengumuman hasil pemilu yang digelar pada bulan Agustus lalu kembali memenangkan Alexander Lukashenko. Rakyat Belarus menilai hasil pemilu tersebut penuh dengan kecurangan sehingga gelombang aksi protes anti-pemerintahan terjadi. Sejauh ini, lebih dari 12 ribu demonstran telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Kanada berencana untuk segera menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah anggota pemerintahan Belarus karena diduga telah melakukan kecurangan atas hasil pemilihan umum dan melakukan tindak kekerasan dalam menghentikan aksi protes yang damai.

Makei mengatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh sejumlah negara barat tersebut mengancam kedaulatan Belarus.

"Pada kenyataannya, itu tak lain adalah upaya untuk membawa kekacauan dan anarki ke dalam negara kami," tukasnya.

WHO Khawatir Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Capai 2 Juta Sebelum Vaksin Diedarkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia