logo


WHO Khawatir Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Capai 2 Juta Sebelum Vaksin Diedarkan

Dr Mike Ryan meminta pemerintah di seluruh dunia memperketat aturan pencegahan penyebaran virus Covid-19 untuk menghentikan peningkatan kasus dan angka kematian

27 September 2020 15:42 WIB

Badan Kesehatan Dunia, WHO
Badan Kesehatan Dunia, WHO reuters

JENEWA, JITUNEWS.COM - Seiring dengan meningkatnya jumlah kematian akibat virus Covid-19 yang kini telah mendekati 1.000 kasus, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (25/9) menyebut bukan tidak mungkin jika angka tersebut meningkat dua kali lipat jika negara-negara tidak bersatu untuk bekerja sama guna menekan dan menghentikan penyebaran virus tersebut.

"Ini jelas sesuatu yang tak bisa dibayangkan, namun bukan tidak mungkin karena jika kita lihat (adanya) 1.000 kematian dalam waktu sembilan bulan dan kemudian kita juga melihat realita jika vaksin (Covid-19) baru akan didapatkan sembilan bulan lagi. Ini adalah tugas besar bagi semua pihak yang terlibat," kata Dr Mike Ryan, Direktur program darurat kesehatan WHO dikutip dari CNBC pada Minggu (27/9).

"Pertanyaannya adalah: Apakah kita telah bersiap, secara kolektif, untuk melakukan yang diperlukan untuk mencegah jumlah tersebut?" tambahnya.


Gelar Aksi Protes Tolak PSBB, Pemilik Restoran di Perancis: Tetap Buka, Jangan Tutup!

Sejak muncul pertama kali pada akhir tahun lalu di Wuhan, China, virus Sars-Cov-2 kini telah menginfeksi lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia dan membunuh sedikitnya 983,900 orang per Jumat (25/9) akhir pekan lalu.

Jika pemerintah di seluruh dunia saat ini tidak berupaya lebih untuk mencegah penyebaran virus dengan memberlakukan dan mengeluarkan sebuah kebijakan, maka jumlah kematian akibat wabah bisa saja mencapai dua kali lipat mengingat vaksin Covid-19 baru tersedia paling cepat sembilan bulan lagi.

"Ini adalah waktunya untuk bertindak pada semua aspek strategi pendekatan yang ada (mengenai virus Covid-19)," kata Ryan.

"Tidak hanya pemeriksaan dan pelacakan, tidak hanya perawatan secara klinis, tidak hanya social distancing, tidak hanya dengan menjaga higienitas, tidak hanya (penggunaan) masker, tidak hanya vaksin. Lakukan semua hal itu. Atau jika tidak, maka (2 juta kematian) tidak hanya menjadi sebuah imajinasi saja," tukasnya.

Uni Eropa Tak Akui Lukashenko sebagai Presiden Belarus, Rusia: Melanggar UU Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia