logo


Soal Tsunami 20 Meter Selatan Jawa, BMKG: Masalah Komunikasi Sains

BMKG membenarkan adanya potensi gempa besar di sebelah selatan Jawa, namun hasil riset tersebut digunakan sebagai acuan langkah mitigasi

27 September 2020 15:16 WIB

Ilustrasi Tsunami
Ilustrasi Tsunami istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi & Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan sebuah alat ataupun teknologi yang mampu memprediksi waktu dan tempat terjadinya gempa secara tepat dan akurat. Hal itu ia sampaikan guna menanggapi hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti Institut Teknologi Bandung yang menyebut adanya potensi tsunami dengan tinggi gelombang 20 meter di sebelah selatan Pulau Jawa.

Daryono menilai informasi potensi gempa dengan magnitudo besar di zona megathrust tentunya rentan mengakibatkan keresahan masyarakat akibat adanya salah pengertian. Menurutnya, untuk saat ini yang lebih penting disampaikan adalah mengenai langkah mitigasi secara konkret sehingga potensi kerugian material atau pun jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.

"Masyarakat lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan," kata Daryono dalam siaran pers BMKG, Minggu (27/9).


Gempa Guncang Sukabumi Jabar dan Padanglawas Sumut

Daryono mengakui bahwa hasil riset tersebut bertujuan untuk acuan langkah mitigasi bencana, namun informasi seperti itu akan memicu kesalahpahaman, dimana sebagian masyarakat akan berasumsi jika ada potensi bencana besar yang akan terjadi di waktu dekat ini.

"Masalah komunikasi sains harus diperbaiki," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengapresiasi hasil riset tersebut dan membenarkan jika potensi tersebut bisa saja terjadi di kemudian hari.

"Jangan sampai mitigasi yang disiapkan berdasarkan skenario dengan potensi ancaman paling kecil. Justru nanti malah tidak siap jika skenario terburuk benar-benar terjadi," katanya.

Viral Dentuman Misterius di Jateng, BMKG Beri Penjelasan: Bukan dari Gempa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia