logo


ICW Singgung Ketua KPK dengan Mundurnya Febri Diansyah, Pakar: Kurang Fair

Menurutnya, pengunduran diri pejabat publik merupakan hal yang biasa

26 September 2020 15:41 WIB

sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kpk-tanggapi-pkpu-luluskan-eks-koruptor-maju-pilkada-2020-enggak-ada-yang-lain.html
sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kpk-tanggapi-pkpu-luluskan-eks-koruptor-maju-pilkada-2020-enggak-ada-yang-lain.html

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Febri Diansyah memutuskan untuk mundur dari KPK. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai mundurnya Febri karena kondisi KPK berubah. ICW juga mengaitkan dengan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Pengamat dan Praktisi Hukum, Syahrir Irwan Yusuf, menilai bahwa keluarnya Febri dari KPK adalah hak pribadi.

"Saya berpendapat apa yang telah diputuskan oleh Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah untuk mengundurkan diri dari status jabatan yang diemban dan status pegawai KPK merupakan hak pribadi dan merupakan suatu pilihan. Tentu pertimbangan pengunduran diri ini menjadi subyektif, karena ini menyangkut keputusan orang per orang. Tentu juga maksud dari pengunduran diri ini pun menjadi wilayah private bagi yang bersangkutan," kata Syahrir dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9).


DPD RI: Kejagung Sukses Gilas Pamor KPK

Syahrir heran ICW mengaitkan mundurnya Febri dengan Ketua KPK sekarang. Menurutnya, pendapat dari ICW itu kurang obyektif.

"Saya menjadi terheran saja atas pendapat peneliti ICW tersebut, yang yang menggiring opini bahwa mundurnya Kepala Biro Huma KPK ini seakan penyebabnya adalah karena disebabkan oleh seorang Ketua KPK. Seperti saya baca beritanya pada media online," ujarnya.

"Saya mempertanyakan logika berpikir serta dasar kebenaran obyektif pendapat peneliti ICW tersebut? Dimana letak korelasi obyektif-faktanya? Bagaimana perspektif pembuktian premis hubungan sebab akibat tersebut. Saya kira ini kurang fair dan kurang obyektif, dan cenderung opini ini tendentif dan sangat kurang didukung obyektifitas dalam beropini," lanjut Syahrir.

Febri: Pamit dari KPK Saat Ini Seperti Memilih Pertempuran Lain

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata