logo


Blak-blakan, dr Tirta Sebut Penanganan Covid-19 dari Awal Sudah Salah

Tirta menawarkan solusi, salah satunya menunda Pilkada 2020 karena anggarannya bisa dialihkan untuk penanggulangan dampak Covid-19.

26 September 2020 11:20 WIB

Dokter Tirta
Dokter Tirta Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dokter Tirta kembali menyampaikan opininya soal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang belum reda. Kali ini, ia menyebut Covid-19 telah ditunggangi politik.

“Covid ditunggangi politik, ini salah satu live yang terfrontal yang pernah saya lakukan,” ungkapnya lewat live Instagram pada Jumat (25/9).

Dia mencontohkan penanganan Covid-19 yang terkesan tidak kompak terjadi di Jawa Timur dan Surabaya. Tirta menyayangkan sikap kepala daerah yang cenderung mengabaikan intruksi pemerintah pusat.


Beri Pekerjaan Usai Vicky Prasetyo Bebas dari Penjara, Ruben Onsu: Dia Menanggung Banyak Keluarganya

“Perbedaan data, contoh Jatim dan Surabaya, kepala daerah enggak kompak, telatnya penanganan, PSBB yang setengah-setengah,” ujar Tirta.

“Denda enggak jelas buat apa (saya pegang bukti lengkap chat dan rekaman). Padahal Pak Presiden instruksi jelas, tapi sayang, kepala daerah tidak melakukan dengan kompak. Padahal kan ada otonomi daerah yang membuat mereka harusnya kompak dengan pusat,” imbuhnya.

Tirta lantas menyebutkan beberapa solusi atas persoalan yang dihadapi warga di tengah pandemi. Salah satunya menunda Pilkada 2020, karena anggarannya bisa dialihkan untuk penanggulangan dampak Covid-19.

“Solusi dari saya; tunda Pilkada (bukan karena politik, tapi duitnya bisa buat rakyat miskin), swab gratis di DKI, Jatim, Bali, Jateng, Jabar dan Sulsel, lupakan rapid test, batalkan aturan rapid sebagai administrasi,” jelasnya.

“Ikhlaskan saja. Toh angka positif akan meroket trus nantinya. Enggak perlu membuat kebijakan setengah-setengah, dari awal sudah salah,” tegasnya.

Sindir Gatot Nurmantyo Cs, Luhut: Kalau Anda Bikin Ribut-ribut Itu, Dampaknya Ada Orang yang Jadi Korban

Halaman: 
Penulis : Iskandar