logo


Tak Terima Dikritik Kemendagri, Akhyar Nasution: Paslon Ikut Pilkada untuk Menang, Bukan Atasi Covid!

Akhyar heran mengapa paslon yang disalahkan jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan saat kampanye

26 September 2020 05:45 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution tidak terima dituding menciptakan kerumunan saat pendaftaran pilkada oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia heran mengapa paslon yang diberi sanksi, padahal ia mengaku tidak membuat kerumunan.

"Belum apa-apa paslon dikasih sanksi dan lain-lain. Padahal dalam prakteknya saya pendaftaran saya tidak undang, tapi banyak orang datang. Tanggung jawab siapa itu? Apa buktinya saya undang orang," kata Akhyar melalui video conference, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan bahwa paslon kepala daerah tugasnya untuk memenangkan pilkada, bukan untuk mengatasi corona.


Kemendagri Sebut Proses Pergantian Nama Provinsi Panjang, Fadli Zon: Ngawur

"Paslon itu ikut Pilkada untuk menang, bukan untuk mengatasi Covid. Itu dulu, filosofinya jangan ditumpah-tumpahkan. Kalau sudah jadi kepala daerah, baru menangani Covid. Tapi pilkada ya tujuanya untuk memenangkan pilkada," ujarnya.

Akhyar pun menilai sanksi yang diberikan kepada paslon tidak adil. Menurutnya, tanggung jawab penerapan protokol kesehatan ada di tangan pemerintah.

"Mendagri kan punya pendapat sendiri. Apapun masukan kami juga dipaksakan. Nggak masuk itu barang. Apa yang mereka jalankan, ya jalankan. Kalau ada masalah paslonnya yang salah," pungkasnya.

Wacana TPS Keliling, Azis Syamsuddin: Rentan Terjadi Kecurangan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati