logo


Malas Isu PKI Selalu Ada Tiap Tahunnya, Denny Siregar: Sampe Hapal Gimana Conternya

Denny Siregar sebut isu PKI selalu ada tiap tahunnya namun dengan aktor yang berbeda

26 September 2020 05:15 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar Facebook

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pegiat media sosial, Denny Siregar mengatakan bahwa isu PKI selalu muncul pada setiap tahunnya, terutama menjelang peringatan G30/SPKI. Isu PKI kembali digaungkan sebagai alat politik bagi pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah

"Sebenarnya kita semua udah pada males counter isu PKI. Sejak @jokowi memimpin, isu itu ada setiap tahun soalnya. Cuman aktor isu aja yang berbeda2," kata Denny Siregar di akun Twitter pribadinya, Jumat (25/9/2020).

Ia menyebut orang yang menjadikan isu PKI sebagai alat politik selalu berbeda tiap tahunnya. Meski demikian, Denny menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang seru. Pasalnya tujuannya sudah bisa ditebak dari awal.


Minta Semua Stasiun TV Siarkan Film G30S/PKI, PA 212: Mengingat Kembali Kebiadaban PKI

"Ada amien rais, trus Rizieq, trus @prabowo, @Nurmantyo_Gatot aja 2 tahun. Seru sih, lucu2an. Sampe hapal gimana counternya," lanjutnya.

Denny juga menyinggung terkait kewajiban nonton film G30S/PKI pada masa silam. Namun menurutnya, kewajiban menonton film tersebut sudah tidak relevan semenjak era reformasi.

"Kita punya masa dimana nonton film G30SPKI jadi hal wajib bahkan ada nilainya dari sekolah. Reformasi tuntas, kita bebas. Eh, sekarang dipaksa nonton lagi. Kan taaaaa.....," ujarnya.

Denny pun menyebut isu PKI yang saat ini digaungkan oleh Gatot Nurmantyo hanya untuk mencari simpatisan agar mendapat tiket di Pilpres 2024 mendatang.

"Sebenarnya, narasi dipecat krn nobar PKI itu narasi pamungkas, spy timbul simpati rakyat dan dukungan menguat. Modal dilamar partai di 2024. Tapi doi lupa, ini masih era @jokowi yg popularitasnya jauh lbh kuat. Mungkin kalo dilakukan di masa @SBYudhoyono bisa beda hasilnya," lanjutnya.

 
 

 

FPI: Ingat Juga Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati