logo


Uni Eropa Tak Akui Lukashenko sebagai Presiden Belarus, Rusia: Melanggar UU Internasional

Rusia mengecam langkah Uni Eropa yang tidak mengakui ALexander Lukashenko sebagai presiden Belarus yang sah

25 September 2020 21:57 WIB

Alexander Lukashenko
Alexander Lukashenko cnn

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Keputusan Uni Eropa untuk tidak mengakui Alexander Lukashenko sebagai presiden Belarus yang sah mendapat kritikan oleh Rusia. Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyebut tindakan Uni Eropa tersebut melanggar aturan dan norma internasional.

"Kami tidak menerima keputusan (Uni Eropa) tersebut...kami pikir keputusan tersebut melanggar UU internasional," kata Peskov dikutip dari Sputnik News pada Jumat (25/9).

Juru bicara Kremlin tersebut menambahkan bahwa tidak mengakui Lukashenko sebagai presiden resmi adalah sebuah tindakan intervensi Uni Eropa terhadap urusan dalam negeri Belarus.


Sekjend PBB Sebut Dunia Telah Gagal Menangani Pandemi Covid-19

Pada Rabu (23/9), Alexander Lukashenko telah dilantik sebagai presiden Belarus untuk keenam kalinya. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut mendapat kecaman dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Mereka tidak mengakui Lukashenko sebagai presiden yang sah karena tidak sesuai dengan keinginan mayoritas rakyat Belarus.

Menanggapi adanya penolakan dari sejumlah pihak internasional mengenai pelantikannya, Lukashenko mengatakan bahwa acara pelantikan adalah urusan dalam negeri Belarus dimana mereka tidak berkewajiban untuk memberitahukannya kepada negara lain.

Sementara itu, aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Belarus masih terjadi sejak hasil pemilu kembali memenangkan Lukashenko. Sebagian besar rakyat Belarus menganggap hasil pemilu tersebut penuh dengan kecurangan dan meminta Lukashenko untuk menyerahkan kekuasaannya kepada pihak oposisi Svetlana Tikhanouvskaia.

Gelar Aksi Protes Tolak PSBB, Pemilik Restoran di Perancis: Tetap Buka, Jangan Tutup!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia