logo


Facebook Hapus Jaringan Akun Rusia yang Berusaha Kacaukan Pemilu AS

Facebook menyatakan bahwa mereka telah memblokir dan menghapus tiga jaringan akun yang digunakan oleh intelijen Rusia dalam mengacaukan pemilu AS

25 September 2020 17:38 WIB

the verge

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Facebook mengatakan bahwa mereka telah menghapus tiga jaringan akun palsu yang kemungkinan digunakan oleh lembaga intelijen Rusia untuk membocorkan sejumlah dokumen yang sebelumnya berhasil mereka bajak sebagai bagian dari upaya untuk mengacaukan pemilu AS yang segera digelar pada November 2020 ini.

Perusahaan tersebut pada Kamis (24/9) mengatakan bahwa akun-akun tersebut telah dihapus karena dicurigai menggunakan identitas palsu dan melakukan "tindakan tidak valid yang terkoordinasi". Mereka juga mencurigai akun-akun tersebut berkaitan dengan pihak intelijen Rusia dan semua pihak yang berhubungan dengan organisasi di St Petersburg yang dicurigai berupaya menggoyang suara pemilih pada pemilu AS 2016 lalu.

Kepala keamanan siber Facebook Nathaniel Gleicher mengatakan bahwa meskipun sejauh ini belum ditemukan bukti mengenai pembocoran dokumen hasil peretasan, namun dengan pemblokiran akun-akun itu, Facebook berharap hal itu dapat mencegahnya digunakan untuk operasi-operasi mencurigakan lainnya.


Kim Jong Un Minta Maaf kepada Korsel Usai Tembak Mati Warga Negara Korsel

"Tim kami mengawasi adanya ancaman dan tren yang harus siap kita hadapi dan salah satu yang sangat kami sadari adalah adanya operasi peretasan dan pembocoran, khususnya dalam waktu 6 hingga 8 pekan ke depan," katanya dikutip dari Reuters pada Jumat (25/9).

"Kami ingin memastikan jika akun-akun itu diturunkan untuk mencegah kemampuan mereka...untuk memfasilitasi sebuah peretasan dan pembocoran seputar pemilu AS," tambahnya.

Sementara itu, pihak Kementerian Luar Negeri Rusia sejauh ini masih belum mengeluarkan pernyataan mengenai hal itu namun Moskow sendiri telah berulang kali membantah telah mencampuri urusan dalam negeri negara manapun termasuk pemilu AS.

Oposisi Hong Kong Minta 12 Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditahan China Segera Dibebaskan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia