logo


Kim Jong Un Minta Maaf kepada Korsel Usai Tembak Mati Warga Negara Korsel

Permohonan maaf Korea Utara tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang telah diterima oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae In

25 September 2020 16:45 WIB

Kim Jong-un selalu menjadi sorotan dunia
Kim Jong-un selalu menjadi sorotan dunia Daily Star

SEOUL, JITUNEWS.COM - Korea Utara pada Jumat (25/9) akhirnya menyampaikan permintaan maafnya kepada Korea Selatan atas tindakan mereka menembak mati seorang pejabat Korsel yang mencoba memasuki wilayah mereka. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Seorang penasihat Keamanan Nasional Korsel mengatakan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah surat atas nama Departemen Garis Depan Korea Utara yang menangani semua urusan mengenai wilayah perbatasan.

"Pemimpin Kim Jong Un menyampaikan bahwa ia sangat menyesal jika insiden yang tidak diharapkan tersebut terjadi di wilayah perairan kita yang tentunya telah mengecewakan Presiden Moon Jae-in dan kompatriot di (Korea) Selatan," kata Suh Hoon, seorang penasihat keamanan nasional Korsel dikutip dari Reuters pada JUmat (25/9).


Jokowi Beri Bunga ke Kim Jong Un, Ini Kata PDIP

Surat tersebut telah diterima oleh Presiden Korsel Moon Jae-in sehari setelah Militer Korea Selatan menyampaikan kecaman mereka atas tindakan brutal Korea Utara yang menembak mati dan membakar jasad seorang pejabat yang bertugas di dinas perikanan Korea Selatan.

"Surat tersebut adalah respon cepat mereka atas permintaan kami (Korsel) dan termasuk penjelasan mereka terkait insiden tersebut, sebuah permintaan maaf dan komitmen untuk mencegah hal serupa kembali terjadi," tambahnya.

Sejumlah pihak menuding Presiden Korsel Moon Jae In gagal melindungi warga negaranya karena bersikap terlalu lunak terhadap Korea Utara.

Meskipun telah mengakui kesalahannya, namun Korea Utara membantah tudingan yang dilontarkan oleh Militer Korsel yang menyebut bahwa mereka juga membakar jasad pejabat Korsel tersebut.

"Pasukan tidak dapat menemukan lokasi penyusup yang tidak dikenal tersebut dalam proses pencarian yang mereka gelar usai penembakan, dan hanya membakar semua benda (milik korban) sesuai dengan tindakan pencegahan penyebaran penyakit," tambah Suh Hoon.

Ada Pelanggaran HAM, AS Lagi-lagi Jatuhkan Sanksi kepada Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia