logo


Tolak Keras Pilkada Serentak 2020, Guru Besar UIN: Saya Golput sebagai Solidaritas Kemanusiaan

Guru Besar UIN khawatir kasus corona akan meningkat jika pilkada tetap digelar Desember 2020

25 September 2020 09:35 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra mengaku menolak keras penyelenggaraan pilkada serentak 2020. Dia mengaku akan golput jika pilkada tetap diselenggarakan Desember mendatang.

"Saya golput Pilkada 9 Deswmber 2020 sebagai ungkapan solidaritas kemanusiaan bagi mereka yang wafat disebabkan wabah corona atau terinfeksi Covid-19," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Ia khawatir kasus corona akan semakin meningkat apabila pilkada tetap diselenggarakan di tengah pandemi.


Pilkada 2020 Tak Ditunda, PBNU: Kami Sudah Lepas dari Tanggung Jawab Kemanusiaan

"Pilkada di masa pandemi yang terus meningkat sekarang tanpa ada tanda pelandaian juga sangat membahayakan kesehatan pemilih, di tengah kerumunan massa yang bisa meningkatkan jumlah warga terinfeksi dan meninggal dunia. Apalagi saya dan banyak senior citizen/ manula lain punya morbiditas tertentu yang rawan dan rentan," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pilkada ditunda satu tahun lagi ataupun dipilih melalui DPRD.

"Opsinya ada 2 yang salah satunya bisa dipilih dan ditetapkan lewat perppu. Pertama menunda pilkada langsung sekitar 1 tahun sampai betul-betul ada pelandaian wabah, kedua menunda 3 bulan dan mengalihkan pilkada langsung ke pilkada tidak langsung lewat DPRD," pungkasnya.

Jika Pilkada Perburuk Pandemi, PP Muhammadiyah Bakal Gugat Jokowi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati