logo


Pamit dari KPK, Febri Diansyah Bakal Terus Berjuang Memberantas Korupsi

Ruang kontribusi pemberantasan korupsi, dirasa Febri, lebih signifikan apabila dirinya berada di luar KPK.

25 September 2020 04:15 WIB

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah angkat bicara perihal pengunduran dirinya sebagai pegawai di lembaga anti rasuah itu.

Febri membenarkan telah mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September 2020.

“Hal ini saya tuangkan dalam surat pengunduran diri yang sudah saya sampaikan pada pimpinan, pada atasan saya Pak Sekjen KPK dan juga Kepala Biro SDM pada tanggal 18 September 2020 kemarin,” kata Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (24/9).


Apresiasi Dewas KPK yang Beri Sanksi ke Firli, NasDem: Tapi Jangan Terlalu Lebay

Ia mengatakan tak mudah mengambil keputusan tersebut. Namun, ia menegaskan tak akan meninggalkan atau tak mempedulikan KPK meski sudah tak berada di dalamnya.

Febri menjelaskan beberapa hal di dalam surat pengunduran diri itu.

“Menjadi pegawai KPK bagi kami sekaligus juga berjuang untuk pemberantasan korupsi dan untuk berjuang itu akan lebih maksimal juga harus dilandasi dengan independensi kelembagaan dan independensi dalam pelaksanaan tugas,” ungkapnya.

Selain itu, Febri merasakan kondisi KPK saat ini sudah berubah. Misalnya, perubahan itu terjadi pada aspek regulasi berupa revisi UU KPK yang telah disepakati satu tahun lalu.

“Saya ingat betul 17 September 2019 revisi UU KPK disahkan. Tapi kami tidak langsung meninggalkan KPK pada saat itu. Kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar bisa tetap berkontribusi untuk pemberantasan korupsi,” tutur mantan aktivis ICW itu.

Febri berpandangan, ruang kontribusi dalam memberantas korupsi dirasa lebih signifikan apabila dirinya berada di luar KPK.

“Tetap memperjuangkan dan ikut dalam advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini meskipun tidak mudah, meskipun sangat berat, saya ajukan pengunduran diri 18 September 2020 kemarin,” ujarnya.

Firli Bahuri Dinyatakan Langgar Kode Etik, DPR: Harus Jadi Pelajaran bagi KPK

Halaman: 
Penulis : Iskandar