logo


Kesenjangan Melebar, Ketum PBNU Sebut Indonesia Belum Wujudkan Sila Kelima Pancasila

Said Aqil melihat kesenjangan yang semakin lebar, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

25 September 2020 04:30 WIB

Said Aqil Siroj
Said Aqil Siroj Nu.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mencapai kesejahteraan. Menurutnya, ada banyak hal yang masih memprihatinkan, terlebih kondisi ekonomi rakyat.

Atas dasar itu, Said Aqil menyebut Indonesia belum mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar negara secara menyeluruh. Baginya, sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum terwujud.

"Kemanusiaan sudah mulai ada, Persatuan apalagi demokrasi politik wah sudah bebas, kebablasan malah. Yang paling jauh panggang dari api istilahnya, yaitu sila kelima," ucap Said Aqil dalam suatu Webinar, dikutip dari Tagar, Jumat (25/9).


Minta Pasien Corona Tak Minder, PBNU: Bukan Aib, Itu Sunatullah

Pemerintah, lanjut Said Aqil, kurang merangkul rakyat. Dia melihat masih banyak rakyat miskin di berbagai daerah.

"Keadilan sosial, semakin kemari, semakin ke sini kita semakin jauh efektivitas atau arti dari Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsa Indonesia. Kesenjangan semakin lebar, yang kaya semakin kaya, pertumbuhan ekonomi itu tahun kemarin 5% siapa yang tumbuh," jelasnya.

Disayangkan PA 212, Rizieq Shihab Aset Luar Biasa yang Disia-siakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar