logo


Kasus Covid-19 Selandia Baru Turun, Aturan Penggunaan Masker Dilonggarkan

Selandia Baru mencabut aturan penggunaan masker di semua tempat kecuali Auckland dan saat berada di dalam peswat terbang

24 September 2020 20:24 WIB

Masker
Masker Ist

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Aturan penggunaan masker di Selandia Baru mulai Kamis (24/9) mulai dilonggarkan menyusul jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Artinya, masker tidak lagi wajib digunakan oleh masyarakat di seluruh tempat di Selandia Baru, kecuali Auckland dan saat berada di dalam pesawat terbang.

Kebijakan PSBB di Selandia Baru juga mulai dilonggarkan pada Senin awal pekan ini, kecuali untuk kota Auckland yang menjadi pusat penyebaran virus Covid-19 di negara tersebut.

Sebagaimana diketahui, kota terbesar di Selandia Baru itu kembali memberlakukan PSBB usai ditemukannya klaster penyebaran virus tersebut pada bulan Agustus lalu.


Aktivis HAM Sebut China Bangun 14 Kamp Baru di Xinjiang untuk Muslim Uighur

Hingga saat ini, negara tersebut telah melaporkan 1,468 kasus Covid-19 dengan 25 kematian.

Status semua tempat kecuali Auckland mulai Senin lalu kembali pada level satu usai selama tujuh hari berturut-turut tidak satupun kasus Covid-19 yang muncul. Hal itu membuat warga dapat kembali hidup normal tanpa harus melakukan social distancing serta dapat kembali pergi ke kantor tanpa harus menggunakan masker baik saat berada di dalam angkutan maupun fasilitas umu lainnya.

Meskipun demikian, namun pemerintah Selandia Baru tetap menyarankan masker untuk tetap digunakan khususnya saat berada di dalam transportasi umum, khususnya pesawat terbang.

Dale Fisher, seorang pakar penyakit menular di Universitas Nasional Singapura mengatakan bahwa meskipun Selandia Baru telah mencabut kewajiban penggunaan masker, namun ia mempertanyakan bagaimana mereka akan merespon saat negara tersebut kembali membuka perbatasan dengan dunia luar.

"Dalam jangka pendek, itu sangat menakjubkan. Mereka bisa kembali bermain rugby, tanpa menggunakan masker, dan membuat kerumunan di pub," katanya kepada BBC.

"Namun, pada akhirnya nanti mereka harus membuka kembali perbatasan dan kembali memiliki kasus dan klaster (Covid-19)," tambahnya.

Produsen Mobil Gugat Pemerintah AS Usai Berlakukan Tarif Pajak Impor kepada China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia