logo


Aktivis HAM Sebut China Bangun 14 Kamp Baru di Xinjiang untuk Muslim Uighur

Sebuah laporan yang dirilis oleh ASPI menyebut bahwa pemerintah China telah membangun 380 kamp penahanan untuk muslim Uighur di Xinjiang

24 September 2020 19:31 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Sebuah laporan yang dihimpun oleh sebuah kelompok HAM Australia menyebut bahwa pemerintah China telah membangun hampir 400 kamp konsentrasi di wilayah Xinjiang dimana proses pembangunannya telah dimulai sejak 2018 lalu.

Menurut citra satelit yang dimiliki oleh Australian Strategic Policy Institute (ASPI), jaringan kamp di wilayah barat China tersebut digunakan untuk menahan kelompok muslim minoritas etnis Uighur, termasuk 14 diantaranya saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Secara keseluruhan ASPI berhasil mengidentifikasi 380 fasilitas penahanan yang telah dibangun sejak tahun 2017, yang terdiri dari kamp re-edukasi dan sejumlah penjara.


Korsel Berang Usai Salah Satu Pejabatnya Ditembak Mati dan Dibakar oleh Korea Utara

"Bukti yang ada dalam database menunjukkan bahwa meski pemerintah China mengklaim para tahanan telah dibebaskan dari kamp-kamp tersebut, namun investasi signifikan dalam konstruksi fasilitas baru tersebut terus berlanjut pada tahun 2019 hingga 2020," kata Nathan Rusher, salah satu peneliti ASPI, dikutip dari The Guardian pada Kamis (24/9).

Menurut mereka, banyak fasilitas tersebut dibangun di dekat komplek-komplek industri dimana banyak laporan yang menyebut bahwa kamp-kamp tersebut digunakan sebagai tempat untuk menggelar program kerja paksa.

"Kamp-kamp itu juga sering dibangun di sekitar komplek pabrik, yang dapat menunjukkan adanya hubungan antara tindakan penahanan sepihak di Xinjiang (oleh pemerintah China) dengan praktek kerja paksa," demikian pernyataan laporan ASPI tersebut.

Sementara itu, pemerintah China terus membantah jika mereka melakukan penindasan dan pelanggaran HAM di Xinjiang. Mereka mengklaim kamp-kamp tersebut digunakan sebagai pusat rehabilitasi dan balai latihan kerja untuk mengentaskan kemiskinan dan menghilangkan paham ekstrim terorisme.

PM Jepang Minta Presiden Korsel Perbaiki Hubungan Kedua Negara untuk Hadapi Ancaman Korut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia