logo


Korsel Berang Usai Salah Satu Pejabatnya Ditembak Mati dan Dibakar oleh Korea Utara

Militer Korea Selatan meminta pertanggung-jawaban dari Korea Utara atas tindakan brutal mereka membunuh salah satu pejabat Korea Selatan

24 September 2020 17:55 WIB

Pasukan AS dan Korea Selatan
Pasukan AS dan Korea Selatan NBC News

SEOUL, JITUNEWS.COM - Militer Korea Selatan pada Kamis (24/9) mengecam tindakan Korea Utara yang menembak mati dan membakar jasad seorang pejabat dinas perikanan Korea Selatan yang dilaporkan hilang di wilayah perairan di perbatasan kedua negara.

"Korea Utara menemukan pria tersebut di wilayah perairan mereka dan melakukan tindakan brutal dengan menembaki dan membakar jasadnya," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita Yonhap, dikutip dari Reuters pada Kamis (24/9).

Korea Selatan juga memperingatkan Korea Utara untuk bertanggung jawab.


Kapal Rusia Masuk Wilayah Perairannya Tanpa Ijin, Swedia: Tak Dapat Diterima

"Angkatan bersenjata kami sangat mengecam tindakan brutal tersebut dan dengan tegas mendesak Korea Utara untuk memberi penjelasan dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang terlibat dalam tindakan tersebut," tambahnya.

Seorang pejabat tersebut dilaporkan hilang pada Senin (21/9) saat dirinya tengah melakukan patroli sekitar 10 kilometer dari wilayah perbatasan yang selama ini menjadi sengketa diantara kedua negara.

Masih belum jelas bagaimana pria berusia 47 tahun tersebut bisa tercebur ke laut, namun sebuah laporan mengatakan bahwa sepatunya ditemukan di atas perahu patroli yang ia gunakan. Hal itu menimbulkan adanya spekulasi bahwa dirinya mencoba untuk membelot ke Korea Utara.

Sementara itu, alasan tindakan penembakan yang dilakukan oleh militer Korut sejauh ini masih belum jelas namun kantor berita Yonhap melaporkan bahwa salah seorang petinggi militer AS mengabarkan pada awal bulan ini jika Kim Jong-un telah memberi perintah kepada militer Korea Utara untuk menembak mati semua orang yang mencoba memasuki wilayahnya guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

CDC Sebut Lebih dari 90 Persen Masyarakat AS Tak Kebal dari Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia