logo


Bawa Narkoba dan Senjata Api, Pesawat Jet Curian Jatuh di Belantara Guatemala

Pihak militer Guatemala mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh di kawasan hutan Alta Verapaz pada pukul 8 malam

24 September 2020 16:24 WIB

Pesawat Hawker
Pesawat Hawker istimewa

GUATEMALA, JITUNEWS.COM - Sebuah pesawat jet Meksiko ditemukan jatuh di wilayah Guatemala pada Rabu (23/9). Otoritas keamanan Meksiko pada Selasa (22/9) telah melaporkan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat curian.

Pesawat tersebut jatuh di dekat sebuah lokasi pendaratan rahasia di kawasan hutan belantara Guatemala setelah terbang dari Venezuela. Dua orang dinyatakan tewas dan sejumlah obat-obatan terlarang ditemukan di dalam kabin pesawat tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, pihak militer Guatemala mengatakan bahwa pesawat yang jatuh tersebut berjenis Hawker 800 bermesin jet ganda. Pesawat tersebut ditemukan di wilayah Alta Verapaz dan kedua orang yang tewas tersebut masih belum dapat terindentifikasi. Pihak angkatan bersenjata Guatemala juga menemukan obat-obatan terlarang jenis kokain dengan berat 3 kilogram dan sejumlah unit senjata rakitan.


Presiden Xi Jinping Janjikan China Bebas Polusi Udara sebelum Tahun 2060

Mereka juga mengatakan bahwa pesawat jet tersebut diketahui lepas landas dari bandara Cuernavaca yang lokasinya berjarak sekitar 72 kilometer sebelah selatan Meksiko City pada Selasa (22/9) dan mendarat di bandara Zulia yang berada di barat laut Venezuela, dekat dengan perbatasan Kolombia, tanpa mengantongi ijin dari otoritas penerbangan beberapa jam kemudian.

Pesawat tersebut kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Guatemala dan mengalami kecelakaan sekitar pukul 8 Rabu malam waktu setempat.

Menurut Pablo Ojeda, seorang pejabat di pemerintahan Meksiko mengatakan bahwa tiga orang pria tak dikenal dilaporkan memasuki bandara Cuernavaca, dua diantaranya mengaku sebagai mekanik yang tengah melakukan pengecekan, dan kemudian pesawat tersebut mereka terbangkan dengan dalih untuk pemeriksaan.

 

Pelantikan Lukashenko Dikecam Banyak Pihak, Lithuania: Sebuah Lelucon

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia