logo


Pelantikan Lukashenko Dikecam Banyak Pihak, Lithuania: Sebuah Lelucon

Dilantiknya Alexander Lukashenko menjadi presiden Belarus menuai kecaman dan penolakan dari berbagai pihak

24 September 2020 15:57 WIB

Alexander Lukashenko
Alexander Lukashenko cnn

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Uni Eropa pada Kamis (24/9) menyatakan tidak mengakui Lukashenko sebagai presiden resmi Belarus. Mereka menilai pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan oleh Lukashenko dalam upacara pelantikannya pada Rabu (23/9) tidak sesuai dengan keinginan rakyat.

"Acara yang disebut sebagai 'upacara pelantikan'...dan adanya sebuah mandat baru yang diklaim oleh Alexander Lukashenko tidak sesuai dengan legitimasi demokrasi," demikian pernyataan Uni Eropa dikutip dari Reuters pada Kamis (24/9).

"Acara pelantikan secara langsung bertentangan dengan keinginan sebagian besar masyarakat Belarus...dan hanya akan memperburuk krisis politik yang terjadi di Belarus," tambahnya.


Presiden Xi Jinping Janjikan China Bebas Polusi Udara sebelum Tahun 2060

Sementara itu, Jerman juga menyatakan tidak mengakui Lukashenko sebagai presiden Belarus yang sah, dan mendesak Uni Eropa untuk segera menjatuhkan sanksi terhadapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Lithuania Linas Linkevicius.

"Sungguh sebuah lelucon. Lupakan (hasil) pemilu (Belarus)," ujarnya dalam cuitan Twitter.

Sebelumnya, Alexander Lukashenko secara diam-diam telah melakukan sumpah jabatan pada Rabu (23/9) untuk kembali melanjutkan kepemimpinannya yang kini telah memasuki periode ke-6 di pemerintahan Belarus.

"Kita tidak hanya memilih presiden negara ini saja, namun kita juga mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, nilai-nilai dan kehidupan damai kita," kata Lukashenko.

Aksi Protes Belarus Masih Berlangsung, Lukashenko Dilantik Secara Diam-diam

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia