logo


Apresiasi Dewas KPK yang Beri Sanksi ke Firli, NasDem: Tapi Jangan Terlalu Lebay

NasDem sebut penegakan etik di KPK tidak pandang bulu

24 September 2020 12:53 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Pengawas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah memutuskan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri terbukti melanggar kode etik terkait penggunaan helikopter mewah saat melakukan kunjungan ke Sumatera Selatan beberapa waktu yang lalu. Dewas KPK telah memberi saksi ringan kepada Firli berupa teguran.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni mengatakan sangat mengapresiasi kinerja dewas KPK. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa penegakan etik dilakukan tanpa pandang bulu.

"Saya rasa harusnya semua pihak bisa menerima keputusan ini dan menjadi pelajaran. Dan hal ini membuktikan juga bahwa KPK masih sangat ketat dan kredibel, tan pandang bulu. Ketua pun kalau salah ya diproses," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).


Irma Chaniago Sebut Pilkada 2020 Harus Tetap Digelar, Ini Alasannya

Meski demikian, ia mengingatkan agar peran Dewas KPK tidak berlebihan sehingga tidak menghambat kinerja KPK.

"Peran Dewas jelas penting. Di lembaga yang memiliki kekuatan besar seperti KPK, kewenangan tidak bisa dipegang hanya oleh pimpinan. Terlalu rawan abuse of power. Dewan pengawas sangat penting untuk mengawasi kelayakan operasional dan etika lembaga KPK. Namun jangan sampai Dewas terlalu lebay pertimbangan dan pengawasannya sehingga memperlambat kerja KPK," ujarnya.

Terbukti Langgar Kode Etik, Firli Bahuri: Saya Pastikan Tidak Akan Mengulanginya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati