logo


Minta Pasien Corona Tak Minder, PBNU: Bukan Aib, Itu Sunatullah

PBNU minta masyarakat tak perlu malu jika terpapar Covid-19

24 September 2020 10:00 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah) menyampaikan pidato saat memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/10).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah) menyampaikan pidato saat memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/10). Jitunews/FPC/Muhammad Rifqi Riyanto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj meminta kepada masyarakat untuk tidak malu apabila terpapar Covid-19. Ia menegaskan Covid-19 bukanlah suatu aib.

"Orang yang kena Covid itu tidak aib, bukan aib, itu merupakan penyakit. Kita jangan merasa malu atau minder," kata Said Aqil Siraj saat membuka Konferensi Besar NU yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Ia mengatakan bahwa Covid-19 adalah suatu virus yang bisa menjangkiti siapa saja tanpa mengenal latar belakang seseorang. Oleh karena itu ia kembali menegaskan agar masyarakat tidak malu.


Formula Covid-19 Sudah Ketemu, Luhut: Dalam Satu Minggu ke Depan Akan Kelihatan Hasilnya

"Itu bukan aib, itu sunatullah, kena virus biasa," lanjutnya.

Ia pun mengatakan bahwa banyak pejabat daerah yang terkena virus, bahkan di tingkat kementerian juga ada yang terpapar Covid-19.

"Tapi yang sembuh juga banyak. Tanda-tanda Covid landai belum ada. Malah makin bertambah, yang ubah daerah hijau saja bisa merah lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Said Aqil Siraj berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk mengambil hikmah dari pandemi Covid-19.

Ditunjuk Jokowi Tangani Covid-19, Luhut Anggap Hal yang Biasa

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati