logo


Tanggapi Curhatan Gatot Nurmantyo, PDIP: Jabatan Itu Tak Ada yang Abadi

PDIP sebut tak ada hubungannya nobar G30S/PKI dengan pergantian Gatot Nurmantyo dari jabatannya

24 September 2020 09:30 WIB

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDIP, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menanggapi curhatan Gatot Nurmantyo terkait pencopotannya dari jabatan Panglima TNI dengan perintah nonton bareng film G30S/PKI. Ia menyebut pencopotan Gatot karena akan memasuki masa pensiun.

"Tak ada hubungannya sama sekali. Yang bersangkutan (Gatot Nurmantyo) memang sudah mendekati masa jabatannya dan akan segera memasuki masa pensiun," kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu (23/9/2020).

Ia menegaskan tidak ada hubungannya pencopotan Gatot dengan perintah nonton bareng G30S/PKI. Ia kemudian menyinggung Pasal 13 UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 ayat (1). Pada pasal tersebut berbunyi: Panglima sebagaimana di maksud pada ayat 1 diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah persetujuan DPR.


Kaitkan Pergantian Panglima TNI dengan Pemutaran Film G30S/PKI, Istana Sebut Gatot Nurmantyo Kebablasan

Oleh karena itu, menurutnya tak perlu ada yang dipermasalahkan. Ia pun mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang abadi.

"Jadi tak ada permasalahan yang harus diramaikan, pergantian Panglima TNI merupakan hak prerogratif Presiden dan hal yang biasa. Tak ada hubungannya dengan nobar film G30S/PKI, jadi jangan melebar kemana-mana. Jabatan itu tak ada yang abadi, pada suatu saat ada akhirnya," pungkasnya.

 

Ahmad Dhani: Seharusnya TNI Lebih Lantang Menolak PKI, Bukan Habib Rizieq

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati