logo


Ahmad Dhani: Seharusnya TNI Lebih Lantang Menolak PKI, Bukan Habib Rizieq

Menurut Dhani, pentolan FPI tersebut justru selalu mewaspadai kebangkitan gerakan komunis.

24 September 2020 06:30 WIB

Musisi Ahmad Dhani memberikan keterangan pers kepada awak media saat menggelar pertemuan politik di kediaman Ahmad Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Musisi Ahmad Dhani memberikan keterangan pers kepada awak media saat menggelar pertemuan politik di kediaman Ahmad Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Jumat (4/3/2016). JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Musisi kondang Ahmad Dhani menilai TNI seharusnya lebih lantang menyampaikan peringatan tentang bahaya Partai Komunis Indonesia (PKI), bukan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, pentolan FPI tersebut justru selalu mewaspadai kebangkitan gerakan komunis.

Pentolan Dewa 19 itu menceritakan kejahatan PKI yang melakukan pemberontakan di masa lalu membuat partai berpaham komunis itu ditolak keberadaannya.

"Tapi karena mereka itu pernah melakukan pembunuhan yang kejam terhadap jenderal-jenderal itu, maka dari itu harusnya yang lebih lantang menolak PKI atau komunisme di Indonesia seharusnya TNI, harusnya bukan Habib Rizieq," ujar Ahmad Dhani dalam kanal YouTube Front TV, dilihat pada Kamis (24/9).


Ditawari Pulang ke Indonesia, Rizieq Shihab Belum Tentu Bersedia

Lebih lanjut, Dhani berpendapat bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tak lebih berbahaya daripada PKI. Suami dari Mulan Jameela itu menegaskan, orang yang menganggap HTI sebagai ancaman berarti tak paham sejarah.

"HTI ini bisa saja kalau presiden-nya ganti boleh lagi. Itu bisa saja. Tapi sampai kapanpun presiden-nya, ganti PKI itu tidak akan pernah ada lagi di Indonesia, itu sudah menjadi mahfum buat kita semua. Lebih baik kita perang melawan PKI, lebih baik kita perang melawan komunisme, karena komunisme di Indonesia berbeda dengan komunisme di negara lain gitu," jelas Dhani.

Gabung KAMI, Gatot Nurmantyo Ingin Jaga Pancasila Agar Tak Diganti

Halaman: 
Penulis : Iskandar