logo


Presiden Xi Jinping Janjikan China Bebas Polusi Udara sebelum Tahun 2060

Presiden China menyatakan bahwa tingkat emisi karbon di negaranya akan turun dan mencapai tingkat netral sebelum tahun 2060

23 September 2020 19:24 WIB

Presiden China Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping mengumumkan bahwa China akan mencapai puncak emisi karbon sebelum tahun 2030 dan akan terbebas dari emisi karbon sebelum tahun 2060 mendatang. Hal itu ia sampaikan dalam sidang umum anggota PBB yang digelar secara daring pada Selasa (22/9).

Pernyataan tersebut terlihat sebagai langkah yang signifikan dalam upaya melawan perubahan iklim belakangan ini. Dengan adanya penundaan konferensi global negosiasi iklim global hingga tahun 2021 mendatang, banyak pihak yang memperkirakan isu tersebut tidak akan diangkat dalam sidang umum PBB tersebut.

Tentunya, pernyataan dan komitmen China dalam menghentikan polusi udara tersebut merupakan sebuah kejutan tersendiri.


Bandara di Finlandia Ini Gunakan Anjing untuk Deteksi Penumpang yang Terinfeksi Covid-19

Bahkan, Xi Jinping juga meminta semua negara anggota PBB untuk mengupayakan pemulihan emisi dan lingkungan hidup bagi perekonomian dunia setelah munculnya pandemi Covid-19.

"Kami bertujuan untuk mengalami masa puncak emsisi CO2 sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas carbon sebelum 2060," kata Xi Jinping dikutip dari BBC News pada Rabu (23/9).

China sendiri diketahui merupakan negara dengan tingkat polusi tertinggi di dunia dan menyumbang 28 persen emisi karbon secara global. Tingkat polusi udara di China terus meningkat pada tahun 2018 dan 2019 lalu, hal tersebut membuat seluruh dunia memulai untuk mencari bahan bakar alternatif selain minyak bumi.

Munculnya wabah Covid-19 pada awal tahun 2020 ini membuat tingkat emisi karbon di negara tersebut menurun 25 persen. Namun, seiring dengan dibukanya sejumlah pabrik dan industri pada Juni lalu, tingkat emisi gas karbondioksida kembali meningkat.

Mengaku sebagai Reinkarnasi Yesus, Pria Rusia Ini Diancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia