logo


Minta AS Cabut Aturan Pembatasan Perdagangannya, Huawei: Kami Masih Ingin Beli Produk AS

Huawei menilai aturan pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh pemerintah AS terhadap mereka mengganggu rantai pasokan global

23 September 2020 17:28 WIB

gizchina

SHANGHAI, JITUNEWS.COM - Raksasa Teknologi China, Huawei, pada Rabu (23/9) meminta Washington untuk mencabut kebijakan pembatasan perdagangan terhadap mereka karena merusak rantai pasokan global.

AS sendiri diketahui telah memberikan tekanan kepada Huawei dengan memberlakukan aturan pembatasan perdagangan sehingga perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut tidak mendapatkan akses kepada chipset yang menggunakan teknologi asal Amerika Serikat.

"Pemerintah AS telah memodifikasi sanksi mereka untuk ketiga kalinya dan membawa tantangan besar bagi operasi dan produksi kami," kata Direktur Huawei Guo Ping kepada wartawan di Shanghai.


Kasus Covid-19 Naik, Inggris Perketat Aturan PSBB dengan Sanksi Denda yang Ditingkatkan

Aturan pembatasan tersebut dilakukan AS karena Huawei dianggap merupakan kaki tangan pemerintah China dalam sejumlah tindakan ilegal seperti spionase. Aturan pembatasan tersebut berlaku mulai 15 September lalu.

Guo mengatakan meskipun pihaknya sejauh ini masih memiliki ketersediaan chipset yang cukup untuk membuat perputaran roda bisnis Huawei terus berjalan, termasuk dengan jaringan 5G mereka, namun hal itu berdampak langsung terhadap produksi ponsel pintar mereka.

"Kami harap pemerintah AS dapat mepertimbangkan kembali kebijakannya dan jika pemerintah AS mengijinkannya, kami sebenarnya masih ingin membeli produk dari perusahaan-perusahaan AS," tukasnya.

Trump Sebut Joe Biden Gunakan Masker untuk Sembunyikan Bekas Operasi Plastik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia