logo


Indonesia Masuk Resesi, Irwan: Akibat Kinerja Pemerintahan Jokowi yang Lamban Tangani Pandemi.

Indonesia saat ini mengalami dua krisis kembar yakni ekonomi dan pandemi. Di mana pandemi menjadikan ekonomi Indonesia semakin parah bahkan resesi.

23 September 2020 15:32 WIB

Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan
Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wasekjen Partai Demokrat, Irwan mengatakan pemerintah perlu melakukan solusi kongkrit bukan hanya pragmatis dalam menghadapi resesi yang sudah di depan mata.

Menurutnya Indonesia saat ini mengalami dua krisis kembar yakni ekonomi dan pandemi. Di mana pandemi menjadikan ekonomi Indonesia semakin parah bahkan resesi.

Irwan pun menilai faktor utama yang sebabkan resesi yakni kinerja pemerintahan Jokowi yang lamban dan salah kebijakan dalam menangani pandemi.


Soal Ekonomi Minus di Kuartal III, Luhut: Kalaupun Terjadi Bukan Akhir Segalanya

“Pemerintah gagal responsif dan adaptif dalam menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi. Padahal solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri pandemi. Apabila pandemi berakhir resesi pun akan usai,” ujar Irwan di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Dia menilai resesi yang terjadi saat ini disebabkan adanya masalah sistemik

Irwan pun menegaskan apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat memprihatinkan, padahal di saat pandemi, pemerintah memiliki ruang yang besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi.

“Dalam regulasi terkait penanganan pandemi, pemerintah memiliki kewenangan besar untuk mengelola keuangan negara selonggar-longgarnya tanpa potensi pidana. Pemerintah juga sudah menggelontorkan dana besar untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” tuturnya.

Irwan pun melanjutkan, solusi lainnya yakni peningkatan konsumsi masyarakat harus dilakukan secara terus menerus.

Di mana, sambungnya, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah resesi.

“Program-program padat karya tunai serta bantuan langsung tunai bisa untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga tentunya secara konsisten dan massif program padat karya harus terus digalakkan,” pungkasnya.

Pakar UI Geram ke Airlangga Hartanto: Komandan Ekonomimya Gak Ngerti Resesi!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar