logo


Pilkada 2020 Tak Ditunda, PBNU: Kami Sudah Lepas dari Tanggung Jawab Kemanusiaan

Said Aqil berharap kemanusiaan menjadi landasan untuk mengambil suatu kebijakan

23 September 2020 12:15 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah) menyampaikan pidato saat memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/10).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah) menyampaikan pidato saat memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/10). Jitunews/FPC/Muhammad Rifqi Riyanto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj, mengungkapkan alasan pihaknya meminta Pilkada 2020 ditunda.

"Kita mengeluarkan pernyataan PBNU meminta kepada pemerintah DPR, KPU agar menunda Pilkada Serentak bulan Desember nanti. Kenapa? Didorong dengan rasa tanggung jawab, dari rasa kemanusiaan, maka keselamatan jiwa, keselamatan masyarakat, perintah agama, dan itu mandat Undang-Undang Dasar kita, harus kita utamakan dari segalanya," kata Said Aqil Siroj dalam Konferensi Besar NU tahun 2020 secara virtual, Rabu (23/9).

"Politik bisa ditunda tapi keselamatan nyawa tidak bisa ditunda. Bukan, atau salah pahami NU menghambat, mempersulit keberlangsungan agenda demokrasi, agenda politik negara kita, jangan sama sekali tidak. Tetapi betul-betul semata-mata karena kemanusiaan itu harus kita utamakan dari segalanya," sambungnya.


Pilkada Tak Ditunda Meski Pandemi Covid-19, KAMI Sebut Pemerintah dan DPR Keras Kepala

Ia berharap kemanusiaan menjadi landasan untuk mengambil suatu kebijakan. Said Aqil mengusulkan agar pilkada dipilih oleh DPRD.

"Mari kita jadikan kemanusiaan sebagai komandan kebijakan kita bukan kepentingan politik. Pilkada langsung dipilih rakyat bukan perintah konstitusi, tapi perintah undang-undang. Konstitusi hanya memerintahkan kepala daerah dipilih secara demokratis sehingga dipilih oleh DPRD pun misalnya juga sudah demokratis," katanya.

Jokowi Didesak Terbitkan Perppu, PKS: Kita Tak Ingin Pilkada Jadi Horor

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata