logo


FPI Cs Serukan Umat Islam Tak Terlibat Proses Pilkada 2020

Pelaksanaan Pilkada 2020 dinilai berpotensi memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19.

23 September 2020 05:15 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Keputusan pemerintah untuk tak menunda Pilkada 2020 meski pandemi Covid-19 belum reda mendapat kritikan keras dari sejumlah pihak. Sebelumnya, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah meminta penundaan kontestasi politik itu demi keselamatan rakyat.

Selain itu, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni 212 juga menyerukan aksi boikot atau menolak terlibat dalam Pilkada 2020.

"Menyerukan kepada segenap pengurus, simpatisan pada khususnya dan seluruh umat Islam Indonesia pada umumnya untuk tidak terlibat dalam seluruh rangkaian atau proses pilkada maut 2020," begitu bunyi petikan dalam rilis, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (23/9).


Pilkada 2020 Tetap Digelar Desember, GNPF: Jangan Gara-gara Anak dan Menantunya Maju

Rilis tersebut dikeluarkan pada Selasa (22/9) dan ditandatangani oleh Imam Besar FPI, Rizieq Shihab; Ketua GNPF-U, Yusuf Martak; dan Ketua PA 212, Slamet Ma'arif.

"Menyerukan untuk dilakukan penundaan dan menghentikan seluruh rangkaian/tahapan proses Pilkada Maut 2020 yang telah terbukti menjadi sebab mobilisasi massa dan menjadi klaster penyebaran Covid-19," lanjutnya.

Sadiaga Gabung Timses Bobby Nasution, Novel: Ada Keuntungan di Depan Mata

Halaman: 
Penulis : Iskandar