logo


Terkuak, Ini Alasan Mark Chapman Bunuh John Lennon Vokalis The Beatles

Mark Chapman menyebut dirinya layak mendapat hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati atas kejahatan yang telah ia perbuat terhadap vokalis The Beatles John Lennon

22 September 2020 18:51 WIB

John Lennon, vokalis The Beatles
John Lennon, vokalis The Beatles istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mark Chapman, pelaku pembunuhan John Lennon, telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Yoko Ono, istri mendiang vokalis The Beatles, empat puluh tahun setelah John Lennon tewas.

Chapman diketahui telah menembak Lennon sebanyak empat kali di luar apartemennya di Manhattan, New York, pada tahun 1980 silam.

Ia untuk sebelas kalinya pada bulan lalu mendapat penolakan pembebasan bersyaratnya. Dalam proses persidangan, Chapman mengatakan bahwa dirinya membunuh seorang penyanyi berusia 40 tahun tersebut untuk "kepuasan pribadinya" dan oleh karena itu ia layak mendapat hukuman mati.


Kebijakan AS terhadap Iran Tak Terpengaruh Hasil Pilpres November Nanti

"Saya ingin menekankan kembali bahwa saya menyesali kejahatan yang saya lakukan," kata Chapman kepada tim hukum di sebuah penjara di New York, dikutip dari BBC pada Selasa (22/9).

"Saya tidak memiliki pembelaan diri. Itu hanya untuk kepuasan diri. Saya pikir itu adalah kejahatan terburuk yang dapat dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang tak bersalah," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa kejahatan yang telah ia lakukan tersebut selalu terngiang dan menerima kenyataan bahwa dirinya kemungkinan akan menghabiskan sisa hidupnya dibalik jeruji penjara.

"Ia (Lennon) sangat terkenal. Saya tidak membunuhnya karena karakter yang ia miliki atau alasan apapun. Ia (Lennon) adalah pria yang menyayangi keluarganya. Ia juga seorang ikon," ujar Chapman.

"Saya membunuhnya,...karena ia sangat, sangat terkenal dan itu adalah alasan satu-satunya yang saya miliki. Saya sangat mencari kepuasan pribadi dan sangat egois," kata Chapman.

"Itu adalah sebuah tindakan yang egois. Saya minta maaf untuk rasa sakit yang telah saya buat untuknya (Yoko Ono)," tambahnya.

"Saat anda merencanakan pembunuhan terhadap seseorang dan mengetahui itu adalah hal yang salah dan anda tetap melakukannya untuk diri anda, itu sama saja dengan (merencanakan) hukuman mati," kata Chapman.

Saat ditanya oleh dewan hakim apakah keputusan pengadilan telah sesuai dengan tindak kejahatan yang ia lakukan, Chapman mengatakan: "Jika hukum dan anda memilih untuk meninggalkan saya disini selama sisa hidup saya, Saya tidak akan keberatan."

Intel Dapat Restu dari AS untuk Suplai Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia