logo


Pilkada 2020 Tetap Dilaksanakan, Pengamat: Pemerintah Mengabaikan Suara Rakyat

Sikap pemerintah terkesan bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi yang selama ini mengutamakan pertimbangan kesehatan daripada faktor lain.

22 September 2020 18:20 WIB

Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6).
Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6). Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah, DPR dan penyelenggara Pemilu memutuskan tetap melaksanakan Pilkada Serentak 2020.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu telah mengabaikan suara dari berbagai elemen masyarakat yang meminta Pilkada Serentak 2020 ditunda.

Menurutnya sikap pemerintah itu terkesan bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi yang selama ini mengutamakan pertimbangan kesehatan daripada faktor lain.


Mahfud Jelaskan Alasan Jokowi Tak Tunda Pilkada 2020

“Pentingnya mendahulukan masalah kesehatan juga tertuang dalam pembukaan UUD. Disebutkan, pemerintah negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

“Jadi, pemerintah bertugas melindungi rakyatnya termasuk ancaman kesehatan wargnya. Covid-19 suka tidak suka menjadi ancaman bagi warga negara Indonesia,” imbuhnya.

Jamiluddin menilai keputusan pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu yang kekeh melaksanakan Pilkada Serentak sangat disesalkan.

Menurutnya Indonesia sebagai negara demokrasi, idealnya pemerintah juga harus bersunguh-sungguh mendengarkan aspirasi rakyatnya.

“Dengan tetap dilaksanakannya Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020, ini mengindikasikan pemerintah abai dengan suara rakyat,” kata dia.

Dalam hal ini, Jamiluddin berharap pemerintah dapat mengubah keputusannya bila pandemi covid-19 tetap mengkhawatirkan seperti sekarang ini.

“Bagaimana pun, kesehatan rakyat harus lebih utama daripada politik dan ekonomi. Jokowi, sebagai Presiden Indonesia, tentu akan mengambil keputusan yang pro rakyat dan sejalan dengan pembukaan UUD,” pungkasnya.

Sadiaga Gabung Timses Bobby Nasution, Novel: Ada Keuntungan di Depan Mata

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar