logo


Intel Dapat Restu dari AS untuk Suplai Huawei

Perusahaan Intel mendapat ijin dari pemerintah AS untuk melanjutkan kerja sama mereka dengan Huawei

22 September 2020 18:15 WIB

Kantor Intel
Kantor Intel Employee Benefits

SHANGHAI, JITUNEWS.COM - Perusahaan teknologi Intel Corp telah berhasil mendapatkan ijin dari pemerintah AS untuk melanjutkan pasokan sejumlah perangkat mereka kepada raksasa teknologi China, Huawei. Hal tersebut disampaikan oleh seorang juru bicara perusahaan Intel pada Selasa (22/9).

Dengan memburuknya hubungan AS dengan China beberapa tahun belakangan ini, Washington mendesak pemerintah negara di seluruh dunia untuk bersikap keras terhadap Huawei. AS menilai perusahaan teknologi asal China tersebut digunakan oleh Beijing dalam mengumpulkan informasi data pengguna untuk kepentingan spionase.

Mulai 15 September lalu, AS resmi membatasi pasokan peralatan dari perusahaan-perusahaan AS kepada Huawei.


Beijing Tak Akui Batas Wilayah dengan Taiwan, Taipei: China Harus Mundur

Dilansir dari Reuters, Jurnal Keamanan China pada pekan ini mengatakan bahwa Intel telah menerima ijin untuk memasok peralatan kepada Huawei.

Sementara itu, perusahaan pembuat chipset (SMIC) pada pekan lalu mengkonfirmasi bahwa mereka juga tengah mengajukan permohonan kepada AS untuk kembali bekerja sama dengan Huawei. Meskipun SMIC bukan perusahaan AS, namun mereka diketahui menggunakan peralatan yang telah dipatenkan oleh perusahaan AS dalam membuat chipset untuk Huawei dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya.

Untuk diketahui, perusahaan Huawei dibentuk pada tahun 1987 oleh seorang mantan insinyur militer China. Perusahaan tersebut membantah telah melakukan kegiatan spionase untuk pemerintah China dan mengatakan bahwa tindakan AS dalam menjatuhkan sanksi tersebut dilakukan karena negara barat kalah dalam bersaing dalam pengembangan teknologi, khususnya teknologi jaringan super cepat 5G.

Sementara itu, sejumlah pakar dan pengamat teknologi menilai AS khawatir jika dominasi teknologi 5G memberikan keuntungan bagi China yang mana pihak Washington tidak siap menerimanya.

Kebijakan AS terhadap Iran Tak Terpengaruh Hasil Pilpres November Nanti

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia