logo


Beijing Tak Akui Batas Wilayah dengan Taiwan, Taipei: China Harus Mundur

Pemerintah Taiwan meminta dunia internasional untuk mengecam tindakan provokatif China di Selat Taiwan

22 September 2020 17:06 WIB

Menlu Taiwan Joseph Wu
Menlu Taiwan Joseph Wu istimewa

TAIPEI, JITUNEWS.COM - Taiwan pada Selasa (22/9) kembali mendesak China untuk mundur karena telah mengancam perdamaian menyusul adanya peningkatan aktifitas latihan militer China daratan di Selat Taiwan yang tidak mengindahkan batas wilayah antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph WU meminta Beijing untuk kembali kepada standar peradaban internasional usai juru bicara kementeria luar negeri China sebelumnya menyebut bahwa garis batas negara di Selat Taiwan tidak pernah ada "mengingat Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah teritori China Daratan."

"Pernyataan kementerian luar negeri China sama saja menghancurkan status quo," kata Joseph WU kepada para wartawan pada Selasa (22/9)


AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Iran, Dubes Iran: Tanda-tanda Putus Asa

Ketegangan antara China dan Taiwan sendiri terus meningkat usai Beijing kembali mengklaim wilayah 'pulau' tersebut sebagai wilayah kekuasaannya, dan meningkatnya frekuensi pesawat tempur China yang mencoba untuk memasuki batas wilayah Taiwan pada pekan lalu, bertepatan dengan kunjungan seorang utusan AS di Taipei.

"Garis median (batas) telah menjadi simbol pencegah adanya konflik militer dan untuk mempertahankan stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan selama bertahun-tahun," tambahnya.

"Saya meminta komunitas internasional untuk mengecam tindakan berbahaya yang provokatif dan mengancam perdamaian yang dilakukan oleh Partai Komunis...China harus mundur," lanjutnya.

Pada kesempatan terpisah, Presiden Tsai Ing-wen memuji "tindakan heroik" dari sejumlah pilot AU Taiwan yang berhasil menghalau sejumlah pesawat pembom China yang mencoba memasuki wilayah udara mereka.

"Saya sangat percaya dengan kemampuan kalian. Sebagai tentara Republik China, bagaimana kita bisa membiarkan musuh lalu lalang di sekitar wilayah udara kita?" kata Tsai Ing Wen, yang memilih menggunakan nama resmi Republik China untuk menyebut Taiwan dalam kunjungannya di pangkalan militer di Penghu.

Soal Sanksi Baru untuk Presiden Maduro, Venezuela: Tindakan Arogan dari Pemerintah AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia