logo


AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Iran, Dubes Iran: Tanda-tanda Putus Asa

Dubes Iran untuk AS Majid Takht Ravanchi menilai keputusan AS untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Iran merupakan tanda-tanda putus asa mereka setelah permohonan perpanjangan sanksi embargo senjata Iran ditolak oleh PBB

22 September 2020 16:16 WIB

Dubes Iran untuk Amerika Serikat Majid Takht Ravanchi
Dubes Iran untuk Amerika Serikat Majid Takht Ravanchi istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Amerika Serikat Majid Takht Ravanchi menilai keputusan pemerintahan Donald Trump untuk kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran diambil sebagai tanda adanya keputusasaan dari pemerintah AS setelah permohonan perpanjangan sanksi embargo senjata mereka ditolak oleh PBB.

"Keputusan AS hari ini untuk memberlakukan sanksi atas Iran tidak mempunyai dampak praktis; namun, itu adalah tanda-tanda putus asa mereka usai mengalami kegagalan di (sidang) PBB yang hanya membuat mereka semakin dikucilkan," kata Ravanchi dalam cuitan Twitternya, dikutip dari Sputnik News pada Selasa (22/9).

Menurutnya, sanksi embargo senjata terhadap Iran yang akan segera berakhir pada pertengahan Oktober mendatang tidak dapat diperpanjang lagi. Sanksi tersebut juga tidak akan lagi diberlakukan di masa mendatang.


Snowden Bakal Bayar Pemerintah AS untuk Semua Rahasia Negara yang Ia Bocorkan

Pernyataan Dubes Iran tersebut muncul usai Menlu AS Mike Pompeo mengumumkan bahwa: "Hari ini, saya akan mengambil tindakan pertama di bawah perintah eksekutif dengan menjatuhkan sanksi kepada Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran, dan (kepada) Organisasi Industri Pertahanan Iran beserta direktur mereka."

Seperti diketahui, AS terus berupaya untuk memperpanjang sanksi embargo senjata kepada Iran melalui mekanisme 'snapback'. Mekanisme tersebut memungkinkan Iran untuk kembali mendapat sanksi jika terbukti melanggar kesepakatan nuklir internasional (JCPOA) tahun 2015. Ironisnya, mekanisme tersebut ditolah oleh sebagian besar negara anggota Dewan Keamanan PBB karena AS telah keluar dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018 lalu.

Mike Pompeo Umumkan Sanksi Baru AS untuk Iran dan Presiden Venezuela

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia