logo


Pilkada 2020 Tak Ditunda Meski Covid-19 Belum Reda, Andi Arief Khawatirkan Penambahan Luas Pemakaman

Menurutnya, Pilkada serentak 2020 menyangkut nyawa manusia. Ia khawatir banyak korban yang jatuh.

22 September 2020 11:40 WIB

Andi Arief
Andi Arief Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Keputusan pemerintah untuk tak menunda Pilkada 2020 meski di tengah pandemi Covid-19 disayangkan oleh sejumlah pihak.

Kekecewaan itu juga datang dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada serentak seolah dipaksakan pemerintah.

Andi menilai Pilkada Desember nanti bukan hanya soal memilih kepala daerah, tapi mengorbankan keselamatan rakyat. Ia khawatir penularan Covid-19 kian tak terkendali jika kontestasi politik itu tetap digelar.


Tak Masalah Pilkada Ditunda, Gibran: Saya Kan Sudah Bikin Kampanye Tanpa Tatap Muka

“Pilkada serentak 2020 menyangkut nyawa manusia. Karena itu harus ada otoritas yang bertanggung jawab jika pilkada akan menambah perluasan orang dikebumikan di pemakaman,” ujar Andi Arief di akun Twitternya, Senin (21/9).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melalui juru bicaranya, Fadjroel Rachman memastikan Pilkada 2020 tidak akan ditunda.

Terkait hal itu, Andi menyebut Jokowi seharusnya tak menggunakan juru bicara saat menyampaikan pengumuman penting, seperti tetap digelarnya Pilkada pada 9 Desember nanti.

“Jubir tidak cukup mewakili otoritas, karena dia tidak pernah disumpah resmi sebagai pejabat negara,” kata Andi.

Libatkan Sandiaga Uno di Program UMKM Medan, Jubir Bobby Nasution: Kita Bukan Mencontek OKE OCE-nya

Halaman: 
Penulis : Iskandar