logo


Oposisi Belarus Desak Uni Eropa Berani Jatuhkan Sanksi terhadap Pemerintahan Lukashenko

Tsikhanouskaya mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk berani mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pihak yang berbuat curang dalam pemilu Belarus pada bulan Agustus lalu

21 September 2020 21:14 WIB

Svetlana Tikhanovskaya
Svetlana Tikhanovskaya sky news

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Tokoh oposisi Belarus, Sviatlana Tsikhanouskaya, mendesak Uni Eropa untuk segera menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pihak yang berbuat curang terhadap hasil pemilu Belarus pada Agustus lalu.

"Para pemimpin Uni Eropa mempunyai sejumlah alasan untuk tidak menjatuhkan sanksi namun saya meminta mereka untuk lebih berani dalam hal itu," kata Tsikhanouskaya dikutip dari Reuters pada Senin (21/9).

"Sanksi tersebut sangat penting bagi perjuangan kami karena itu merupakan salah satu tekanan yang dapat memaksa otoritas (Belarus) untuk memulai dialog dengan kami," tambahnya.


Bahas Pencabutan Sanksi Embargo Senjata, Menlu Iran Kunjungi Moskow

Pada akhir Agustus lalu, Uni Eropa menyatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat di pemerintahan Belarus. Sanksi tersebut berupa larangan perjalanan dan pembekuan aset. Namun penjatuhan sanksi tersebut perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dari 27 negara anggota Uni Eropa.

Sementara itu, sanksi terhadap Belarus tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Siprus. Mereka juga meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi yang sama terhadap pemerintah Turki.

"Reaksi kami terhadap semua bentuk pelanggaran terhadap prinsip dan nilai dasar kami tidak dapat sepenggal-sepenggal. Ini perlu dilakukan secara konsisten," kata Menteri Luar Negeri Siprus Nikos Christodoulides.

Menanggapi pernyataan Menlu Siprus tersebut, Jerman khawatir jika sanksi tersebut akan menghapus progres diplomatik dalam penurunan situasi ketegangan antara Uni Eropa dengan Turki seputar sengketa sumber energi migas di Laut Mediterania Timur.

Vaksin Covid-19 Sputnik V Aman dan Efektif, WHO: Terima Kasih kepada Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia