logo


Tunjuk Hakim Agung Sebelum Pilpres, Trump Disebut Salah Gunakan Kekuasaan

Joe Biden meminta para Senat Republikan untuk tidak memilih nama-nama yang diusulkan Donald Trump sebagai kandidat hakim agung AS menggantikan Ruth Bader Ginsburg yang tutup usia pada usia 87 tahun

21 September 2020 18:11 WIB

Joe Biden
Joe Biden istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump berencana untuk menunjuk seorang tokoh perempuan untuk mengisi jabatan Hakim Agung AS yang kosong setelah Ruth Bader Ginsburg meninggal dunia pada usia 87 tahun. Rencana tersebut mendapat penolakan dan kecaman dari calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden.

Joe Biden mendesak anggota Senat dari Partai Republikan untuk menunda proses pemilihan Hakim Agung AS tersebut usai penyelenggaraan pilpres November mendatang.

Dalam pidatonya di Philadelphia pada Minggu (20/9), Joe Biden mengatakan bahwa penunjukan hakim agung AS tersebut sebelum pilpres hanya dilakukan untuk kepentingan politik Donald Trump.


Kirim 18 Pesawat Pembom ke Selat Taiwan, Beijing Minta Taipei Tak Main Api

"Konstitusi Amerika Serikat membuat suara masyarakat AS kemungkinan dapat didengar dan suara mereka sudah seharusnya didengar...masyarakat AS tidak akan mendukung untuk penyalahgunaan kekuasaan ini," kata Joe Biden dikutip dari BBC News pada Senin (21/9).

"Saya mohon kepada para senat Partai Republikan, tolong ikuti kesadaran anda, biarkan rakyat untuk bicara, dinginkan situasi panas yang tengah melanda negeri kita," tambahnya.

"Jangan memilih untuk mengkonfirmasi siapapun yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump dan Senator McConnell. Jangan lakukan," lanjutnya.

Biden mengatakan bahwa jika ia memenangkan pilpres AS, siapapun kandidat hakim agung AS yang diusulkan oleh Trump untuk ditarik dan dibatalkan. Ia berjanji akan berkonsultasi kepada para senat dari kedua partai, baik Republikan dan Demokrat, sebelum memutuskan siapa yang akan menjabat sebagai Hakim Agung AS.

Ia menambahkan bahwa merupakan hal yang keliru untuk merilis daftar kandidat hakim agung AS untuk saat ini mengingat hal itu akan membuat para kandidat mendapat serangan politik.

Biden berjanji bahwa kandidat Hakim Agung AS pilihannya "akan tercatat dalam sejarah sebagai wanita Amerika keturunan Afrika pertama dalam sistem pengadilan AS."

Taiwan Sebut Militernya Berhak Serang Balik China Daratan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia