logo


DPR: Indonesia Tetap Bersama Rakyat Palestina

Azis Syamsuddin berharap agar UAE dan Bahrain dapat memanfaatkan momentum nornalisasi hubungan dengan Israel untuk mendorong agar permasalahan Palestina segera selesai.

21 September 2020 16:39 WIB

Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5).
Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin menyoroti normalisasi hubungan Uni Emirates Arab (UAE) dan Bahrain dengan Israel dengan menekankan bahwa posisi Indonesia tidak mengubah dukungan terhadap kelangsungan keadilan di tanah Palestina.

Azis Syamsuddin berharap agar UAE dan Bahrain dapat memanfaatkan momentum nornalisasi hubungan dengan Israel untuk mendorong agar permasalahan Palestina segera selesai.

"Kita selalu bersama rakyat Palestina, Normalisasi hubungan antara UAE dan Bahrain dengan Israel sama sekali tidak mengubah atau mempengaruhi posisi Indonesia. DPR RI akan selalu mendukung penyelesaian masalah Palestina secara adil di Dunia Internasional,” kata Azis Syamsuddin di Jakarta (21/9/2020).


Hari Solidaritas Palestina Internasional, PKS Desak Pemerintahan Serius Bela Palestina

Politisi Golkar itu sepakat dengan Kementerian Luar Negeri bahwa penyelesaian isu Palestina perlu menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB terkait teknis paramater yang sudah menjadi kesepakatan bersama secara international.

“Kita mendorong Kemlu agar terus berperan aktif sesuai dengan kesepakatan PBB dalam isu Palestina. Sehingga apapun inisiatif perdamaian yang muncul di Timur Tengah, tidak mengagalkan Resolusi yang sudah ada,” tegasnya.

Azis menyatakan bahwa semua inisiatif perdamain itu baik, asal tidak menggugurkan inisiatif perdamaian yang lainnya. Kesepakatan UAE dan Bahrain dengan Israel hanya akan efektif jika kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik dan dihormati sebagaimana mestinya.

Dalam hal ini, dia mencontohkan bahwa kesepakatan terkait Palestina menjadi contoh masalah jika ada pihak yang di kemudian hari tidak menghormatinya.

"Kita belajar dari contoh kasus Palestina, kesepakatan Internasional yang sudah ada saja kerap tidak dihormati oleh para pihak tertentu,” kata Azis.

“Jadi, jangan sampai kita terlena dengan konsep baru yang belum teruji oleh ruang dan waktu. Justru, dunia perlu menyelesaikan terlebih dahulu isu Palestina, hak rakyat Palestina sebagaimana seharusnya sebuah negara yang merdeka,” pungkasnya.

Palestina Dihapus dari Peta Daring, HNW Kecam Google dan Apple

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar