logo


Isu Pelajaran Sejarah Dihapus, PKS: Mas Menteri Harusnya Sampaikan ke DPR

Menurutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI belum pernah dibicarakan sama sekali dengan DPR.

21 September 2020 16:09 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyesalkan kisruh di dunia pendidikan akibat isu akan dihapusnya mata pelajaran (mapel) sejarah di kurikulum baru yang kabarnya akan diterapkan tahun 2020.

Menurutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI belum pernah dibicarakan sama sekali dengan DPR.

“Kami di komisi X belum pernah diajak membahas kurikulum baru, tiba-tiba muncul isu penghapusan mapel sejarah, ada apa?” ujar Fikri, Senin (21/9/2020).


Kurikulum Pendidikan Disederhanakan, Mapel Sejarah Bakal Dihapus?

Fikri menambahkan, jangan sampai ada kesan penyusunan kurikulum baru tersebut dilakukan secara diam-diam.

“Jangan menunggu ada kehebohan dulu, baru kita terbuka, semua mekanisme pembuatan kebijakan harus dipenuhi, tidak hanya pendekatan atas-bawah (top-down), namun juga mekanisme politik, teknokratif, partisipasif, dan pendekatan bawah-atas (bottom-up),” urainya.

Politisi PKS ini juga meminta Mendikbud Nadiem Makariem agar memastikan sudah melibatkan semua pemangku kepentingan Pendidikan.

“Sehingga kebijakan yang lahir dapat tampil sebagai konsep yang sudah solid,” imbuhnya.

Menurut Fikri hal tersebut dapat dimulai dengan mengomunikasikannya kepada komisi X DPR RI.

“Mas Menteri harusnya sampaikan dan paparkan secara gamblang di DPR, baru di-launching,” tegasnya.

Fikri mengakui, pihaknya mendapatkan kehebohan tersebut dari media dan menduga penyusunan kurikulum ini sebagai bagian dari kurikulum adaptif menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dari lebih dari 1 semester.

“Kalau toh ada kurikulum penyesuaian karena pandemi, maka jangan mengulang seperti isu mapel Agama yang hilang dan bikin gaduh,” pungkasnya.

Soal Penghapusan Pelajaran Sejarah, Fadli Zon: Sangatlah Tidak Tepat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar