logo


Hanya 10 Persen Populasi Manusia yang Kebagian Vaksin Covid-19 di Tahun 2021

Pakar mengatakan bahwa kapasitas produksi vaksin Covid-19 untuk saat ini masih terkendala teknologi sehingga hanya sekitar 10 persen dari penduduk dunia yang mendapat akses kepada vaksin Covid-19 pada tahun 2021

21 September 2020 16:09 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

LONDON, JITUNEWS.COM - Seorang pakar sekaligus pengamat vaksin mengatakan bahwa kemungkinan hanya 10 persen dari seluruh populasi penduduk dunia yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada satu tahun pertama setelah vaksin tersedia.

Analisa dari kapasitas produksi vaksin global menunjukkan hanya dua miliar dosis vaksin yang dapat dibuat pada tahun 2021 mendatang, bahkan jika vaksin tersebut telah mendapat ijin produksi dari otoritas keamanan pada awal tahun 2021.

Namun, dengan tujuh dari sembilan serum kandidat vaksin saat ini memerlukan dua dosis setiap pemakaiannya dalam tahap uji coba klinis terakhir, tampaknya itu hanya cukup untuk mengimunisasi 12 persen dari 7.8 miliar penduduk dunia yang memerlukannya.


Kirim 18 Pesawat Pembom ke Selat Taiwan, Beijing Minta Taipei Tak Main Api

"Kita harus berterus terang bahwa tidak semua orang akan mendapatkan akses kepada vaksin. Kapasitas produksi kita tidak mencukupi," kata Dr Cleo Kontoravdi, salah satu profesor teknik kimia di Imperial College London, dikutip dari Sky News pada Senin (21/9).

Perhitungan yang dilakukan oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations menunjukkan bahkan jika kapasitas produksi vaksin digandakan, sesuai dengan rencana, itu hanya akan melindungi setengah dari populasi manusia dari Covid-19 di akhir tahun 2022 mendatang.

Artinya, aturan pembatasan perjalanan dan sosial distancing masih terus diperlukan untuk beberapa tahun mendatang, kecuali teknologi yang lebih canggih dalam proses produksi vaksin telah berhasil ditemukan.

Proses produksi jumlah dosis vaksin memang menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi di beberapa bulan mendatang. Salah satu proses yang paling memakan waktu dalam produksi vaksin adalah proses pengemasannya, dimana serum vaksin akan dimasukkan ke dalam wadah kaca, diberi label dan dikemas.

Persiapan produksi vaksin Oxford sendiri segera dilakukan pada bulan November ini, dimana kapasitas produksi mencapai antara 2 hingga 3 juta vial per bulan. Setiap vial-nya akan terdiri dari delapan dosis vaksin Covid-19.

Ravi Limaye, direktu perusahaan farmasi Wockhardt Inggris, mengatakan bahwa vaksin tersebut nantinya harus menjalani masa karantina terlebih dahulu hingga mendapat ijin edar dari otoritas keamanan, dan akan dimusnahkan jika otoritas menganggap vaksin tersebut tak layak edar.

"Ini merupakan sebuah resiko yang harus diambil mengingat besarnya pandemi ini," katanya.

Data Terbaru Covid-19 Hari Ini, Kasus Positif Capai 248.852

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia