logo


Kirim 18 Pesawat Pembom ke Selat Taiwan, Beijing Minta Taipei Tak Main Api

Militer China menggelar latihan militer untuk mengecam pejabat kementerian Luar Negeri AS yang berkunjung ke Taipei

21 September 2020 15:30 WIB

Pesawat tempur milik Rusia
Pesawat tempur milik Rusia Al Jazeera

BEIJING, JITUNEWS.COM - China terus meningkatkan aktifitas latihan militer mereka di selat Taiwan dengan menerbangkan 18 pesawat pembom mereka di dekat wilayah perbatasan kedua negara tersebut. Kegiatan tersebut tak lepas dari adanya kunjungan resmi perwakilan diplomatik AS ke Taipei.

Sebelumnya, pada Jumat akhir pekan lalu Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa dua pesawat pembom dan 16 pesawat tempur China telah melanggar batas wilayah udara mereka.

"Mereka yang bermain api tentunya akan terbakar," kata Ren Guoqian, juru bicara Kementerian Pertahanan China kepada para wartawan di Beijing, dikutip dari Daily Mail pada Senin (21/9).


AS Ancam Lakukan Hal Ini Jika PBB Tak Perpanjang Sanksi Embargo Senjata terhadap Iran

Ancaman tersebut muncul saat Keith Krach, seorang pejabat AS, menggelar pembicaraan dengan sejumlah tokoh pemerintahan Taiwan pada Jumat (18/9). Krach menjadi pejabat Kementerian Luar Negeri AS tertinggi pertama dalam 40 tahun terakhir yang berkunjung ke wilayah yang diklaim oleh China sebagai teritori mereka tersebut.

Pemerintah China Daratan sendiri telah memutus hubungan dengan pemerintah Taiwan pada tahun 2016 lalu usai Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden Taiwan, Ia kemudian kembali terpilih pada tahun 2020 ini dengan kemenangan mutlak.

Ren Guoqian menyebut latihan militer itu adalah tindakan yang perlu diambil untuk merespon situasi terbaru di Selat Taiwan. Ia mengklaim latihan militer itu dilakukan untuk menjaga kedaulatan nasional China dan integritas wilayah mereka.

"Baru-baru ini, AS dan Pemerintahan Partai Progresif Demokratik (Taiwan) telah meningkatkan persekongkolan mereka dan berulang kali membuat masalah," kata Ren.

Sementara itu, seorang pengamat mengatakan bahwa tindakan China tersebut merupakan pesan yang sangat jelas kepada AS untuk menghentikan kerjasama antara Washington dan Taipei.

"Saya pikit China menggunakan perangkat ini untuk mencoba menghentikan adanya hubungan diplomatik antara AS dan Taiwan," kata Alfred Wu, seorang profesor di Univesitas Nasional Singapura.

Ribuan Orang di London Gelar Aksi Protes Anti-Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia