logo


Metode Jitu Budidaya Kelapa Kopyor

Pembiakan kelapa kopyor melalui pengecambahan bijinya tidak mungkin tercapai

14 April 2015 15:29 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kelapa kopyor merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan dicirikan dengan daging buah yang bertekstur gembur serta rasa yang gurih. Selama ini kelapa kopyor merupakan buah langka karena hanya dihasilkan dari pohon yang memiliki gen atau pembawa sifat kopyor saja.

Pembiakan kelapa kopyor melalui pengecambahan bijinya tidak mungkin tercapai, karena daging buah yang merupakan cadangan makanan tidak dapat mendukung pertumbuhan embrionya.

Teknik kultur embrio memungkinkan dirakitnya bibit kelapa kopyor melalui pengkulturan embrionya secara in vitro pada media buatan. Teknologi perakitan bibit kopyor secara komersial telah berhasil dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan diberi hak paten oleh Ditjen Hak Cipta, Paten dan Merek pada tahun 1997 silam.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Penanaman. Ada baiknya, bibit kelapa kopyor ditanam di areal yang tidak berdekatan dengan kelapa biasa, minimal 500 meter jauhnya. Untuk mencapai produksi maksimal disarankan pula ditanam pada lahan dengan ketinggian di bawah 200 meter dan jarak tanam yang dipakai berukuran 9x9 meter, atau 10x10 meter dengan pola segitiga. Populasi pohon antara 100-140 pohon per hektar.

Selain itu, sebaiknya lubang tanam dibuat minimal 30 hari sebelum tanam dengan ukuran 50x50x50 cm. tanah galian lapisan atas dicampurkan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 kg, kemudian dimasukkan ke lubang tanam 2 minggu sebelum tanam. Perlu diketahui, penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan.

Pemeliharaan. Bibit kelapa kopyor yang baru selesai ditanam sebaiknya diberi naungan berupa paranet dengan intensitas cahaya 50%. Jangan lupa juga untuk melakukan penyiangan secara berkala. Penyiraman juga dilakukan bila tidak ada hujan.

Untuk memberantas hama dan penyakit, dapat menggunakan insektisida dan fungisida.  Pemupukan dilakukan sesuai dengan umur tanaman, untuk tanaman umur 0-2 tahun, dosis pemupukan 0,2 (N) kg/pohon/tahun, 0,2 (P2O5) kg/pohon/tahun, dan 0,2 (KCL) kg/pohon/tahun. Saat tanaman berumur 3-10 tahun, dosis pemupukan 1,0 (N) kg/pohon/tahun, 0,75 (P2O5) kg/pohon/tahun, dan 1,0 (KCL) kg/pohon/tahun. Selanjutnya, untuk tanaman berumur lebih dari 11 tahun, dosis pemupukan 1,5 (N) kg/pohon/tahun, 1,0 (P2O5) kg/pohon/tahun, dan 1,5 (KCL) kg/pohon/tahun.

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana