logo


Soal Penghapusan Pelajaran Sejarah, Fadli Zon: Sangatlah Tidak Tepat

Fadli berharap Kemendikbud berhati-hati dalam merancang penyederhanaan kurikulum.

21 September 2020 11:39 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi wacana penghapusan pelajaran sejarah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana melakukan penyederhanaan kurikulum.

"Dalam draf sosialiasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tgl 25 Agustus 2020, disebutkan salah satu bentuk penyederhanaan itu adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi SMK, serta menjadikannya hanya sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa-siswi SMA," kata Fadli melalui akun Twitternya, Senin (21/9).

Menurutnya, rencana penghapusan tersebut sangat tidak tepat. Hal itu bertentangan dengan semangat dan tujuan pendidikan nasional.


Partai Gerindra Dinilai Gemuk, Pengamat Politik Heran: Ini Menggerakkan Tujuan 2024?

"Meskipun baru berupa wacana, munculnya rencana penghapusan mata pelajaran sejarah sangatlah tidak tepat. Sebab, pendidikan sejarah merupakan instrumen pembentukan jati diri, identitas, serta memori kolektif kita sbg bangsa. Sehingga, rencana penghapusan itu harus dibatalkan," katanya.

"Secara normatif, kebijankan ini sangat bertentangan dengan semangat dan tujuan pendidikan nasional," lanjutnya.

Fadli berharap Kemendikbud berhati-hati dalam merancang penyederhanaan kurikulum.

"Sy berharap @Kemendikbud_RI berhati-hati dlm merancang penyederhanaan kurikulum ini. Di satu sisi, saya melihat kita memang perlu mendukung penyederhanaan kurikulum, agar tak terlalu membebani siswa-siswa kita, selain juga agar lebih adaptif terhadap kondisi kekinian," kata Fadli.

Sandiaga Jadi Tim Pemenangan Bobby, PKS: Apa Nggak Terlalu Lokal Sebagai Mantan Cawapres?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata