logo


Mendagri Tunda 3.000 Pilkades, Ini Alasannya

Tito mengatakan bahwa Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades akan ditunda pelaksanaannya.

21 September 2020 10:26 WIB

jpnn.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2020 kemungkinan tetap dilanjutkan dan akan diterbitkan Perppu.

Sementara itu, Tito mengatakan bahwa Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades akan ditunda pelaksanaannya.

"Ini Pilkades kita tunda, itu ada tiga ribu Pilkades semuanya sudah kita tunda. Kenapa, karena kita tidak bisa kontrol. Karena itu kan yang melaksanakannya adalah panitianya ini kan Bupati menurut undang undang. Tapi dengan kewenangan saya sebagai Mendagri saya perintahkan dengan surat edaran, saya minta tunda sampai dengan Pilkada selesai kita lihat Bagaimana pilkada dan Pilkades itu ada 3.000 lebih," kata Tito, dalam diskusi webinar nasional seri 2 KSDI bertema Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi, Minggu (20/9).


Mendagri Sarankan Masyarakat Bully Calon Kepala Daerah Timbulkan Kerumunan, Ini Kata PKS

Tito menyebut bahwa KPU di tingkat daerah bisa mengontrol proses Pilkada. KPU dinilai mampu menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi.

Sedangkan Pilkades panitia pemilihannya diatur oleh pemerintah Kabupaten sehingga dikhawatirkan menimbulkan penularan Covid-19.

"Jadi kita sudah mencegah, kemudian karena kalau Pilkada mungkin lebih bisa kita kontrol tapi kalau Pilkades penyelenggaraannya kan tiap-tiap Kabupaten masing-masing. Kalau di manajemen yang baik akan bagus tapi kalau yang nggak baik (manajemennya) rawan sekali, jadi sudah kita tunda," ujarnya.

Mendagri Izinkan Masker dan Hand Sanitizer Jadi Alat Kampanye

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata